Penanganan Covid

Presiden Jokowi Tanyakan Kepastian Dimulainya Vaksinasi Covid-19 dalam Rapat Terbatas

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) kini meminta kepastian vaksin dan waktu dimulainya vaksinasi covid-19

Editor: Samir Paturusi
BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini meminta kepastian vaksin dan waktu dimulainya vaksinasi covid-19 kepada jajaran kabinetnya dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/11/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO-Presiden Joko Widodo ( Jokowi) kini meminta kepastian vaksin dan waktu dimulainya vaksinasi covid-19 kepada jajaran kabinetnya dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Padahal sebelumnya Jokowi Optimis bahwa vaksinasi akan dimulai awal 2021.

"Saya juga minta kepastian mengenai vaksin dan mulainya vaksinasi, dan yang terakhir mengebai masalah ekonomi saya minta di-update data terakhirnya," kata Presiden.

Baca Juga: TMMD Tetap Jalan Meski Pandemi, Kasdam VI Mulawarman Pastikan tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19

Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19 Disdikbud Tegaskan Kukar Jauh Lebih Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Baca Juga: Semua RS di Banyumas Penuh, Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Siapkan Empat Rumah Karantina

Saat meninjau simulasi vaksinasi di Tanah Sareal Bogor, Jawa Barat, pada 18 November lalu, Presiden memperkirakan vaksinasi dilakukan pada akhir 2020 atau awal 2021.

"Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi di akhir tahun atau di awal tahun, akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021," kata Presiden.

Sebelumnya, baik Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito maupun Kementerian Kesehatan belum bisa memastikan kapan dimulainya vaksinasi covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa jadwal program vaksinasi nasional bergantung pada hasil uji klinik vaksin tahap III.

"Jadi program vaksinasi nasional pada prinsipnya sangat bergantung pada hasil uji klinis tahap tiga yang sedang dilakukan yang nantinya akan dikaji oleh BPOM sebelum dikeluarkan Emergency Use Authorization (izin penggunaan darurat)," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Pemerintah menurut Wiku terus berupaya agar tahapan uji klinis dapat berjalan sesuai rencana, sehingga vaksinasi dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

"Sekarang pemerintah sedang fokus memastikan bahwa vaksin yang nanti digunakan aman berkhasiat dan minim efek samping," katanya.

Baca Juga: Alasan Ingin Swab Covid-19, Staf RSUD RAPB PPU Digerebek Tim Medis di Balikpapan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved