Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

Menghilang di Sungai Mahakam 

Saat Rekonstruksi Terlihat Ayah Korban Terbawa Emosi Melihat Dua Tersangka

Rekonstruksi yang dilakukan Polsek Samarinda Ulu, Senin (30/11/2020) juga dihadiri orangtua korban Gusti Dwi Prasojo

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ayah korban Gusti Dwi Prasojo (18) saat ditenangkan jajaran kepolisian Samarinda Ulu dan rekan korban saat rekonstruksi yang menghadirkan dua tersangka, Senin (30/11/2020) hari ini.  (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rekonstruksi yang dilakukan Polsek Samarinda Ulu, Senin (30/11/2020) juga dihadiri orangtua korban Gusti Dwi Prasojo (18). Mereka tahui bahwa akan dilakukan adegan yang menyebabkan kematian putra mereka.

Saat adegan demi adegan yang dilakukan duet maut Jusman ( 22 ) dan Aspiansyah ( 21) ini, terlihat ayah serta ibu korban Gusti datang.

Melihat kedua tersangka, sang ayah korban geram hingga meneriaki dan akan berlari mendatangi dua tersangka, beruntung jajaran kepolisian berhasil mengamankan dan mencoba menenangkan agar ayah korban tidak emosi.

Baca juga: NEWS VIDEO Saat Rekonstruksi Terlihat Ayah Korban Terbawa Emosi Melihat Dua Tersangka

Baca juga: NEWS VIDEO Polisi Lakukan Pra Rekonstruksi dan Pendalaman Saksi, Dugaan Didorong ke Sungai Mahakam

Sementara itu, usai pra rekontruksi, orang tua korban saat didatangi, hanyalah ibu korban Rodiah ( 40 ) yang mau memberikan keterangan.

Rodiah menyebut sepenuhnya menyerahkan proses pengadilan pada jajaran kepolisian.

Ia berharap tak ada lagi yang menjadi korban perampok ini.

"Saya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Hukum sesuai perbuatannya, agar tidak ada lagi korban seperti anak saya," sebut Rodiah dengan mata berkaca-kaca, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Saksi Lain Lihat Korban Sebelum Didorong ke Sungai Mahakam, Takut Mendekat Karena Pelaku Bawa Sajam

Baca juga: Dari Reka Ulang, Tersangka Ancam Pakai Sajam Lalu Dorong Korban Hingga 2 Kali ke Sungai Mahakam

Anak bungsu dari dua bersaudara ini dikenal bekerja di sebuah perusahaan reklame, dan tidak pernah mengeluh, sangatlah semangat.

Selebihnya ibu korban sudah ikhlas menerima takdir yang terjadi pada anaknya.

Keluarga pun sudah sepenuhnya menyerahkan peradilan kepada dua tersangka ini ke pihak kepolisian.

"Saya berharap terus agar anak saya yang terakhir menjadi korban, jangan ada lagi," tutupnya.

(Tribunkaltim.co/ Mohammad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved