Breaking News:

Sinkronisasi Pengembangan Industri Rumput Laut Bagi Kesejahteraan Masyarakat Daerah Pesisir (1)

UNGKAPAN seniman Koes Plus melalui kutipan syair lagunya "kail dan jala cukup menghidupimu - ikan dan udang menghampiri dirimu"

Editor: Tohir
IST
DR Rustam.SE 

Tujuan lain dari optimalisasi kawasan potensi pengembangan rumput laut adalah peningkatan ekspor. Kinerja ekspor rumput laut Indonesia pada tahun 2018 dalam bentuk bahan mentah (raw materials) menduduki peringkat pertama dunia, yakni mencapai 205,76 ribu ton (dikutip dari Lampiran Perpres No. 33 tahun 2019).

Volume ekspor komoditas perikanan budidaya nasional pada periode 2014-2019 berfluktuasi dan cenderung menurun dengan kontraksi sebesar minus 1,14%, sebaliknya volume ekspor rumput laut pada periode yang sama mengalami pertumbuhan sebesar 0,53%.

Pada periode yang sama, nilai ekspor komoditas perikanan budidaya nasional dan rumput laut mengalami pertumbuhan berturut-turut sebesar 1,64% dan 6,53%. Penurunan volume ekspor komoditas perikanan budidaya tidak diikuti oleh penurunan nilai ekspornya.

Kondisi ini terjadi diduga karena harga komoditas perikanan budidaya dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan. Sedangkan peningkatan ekspor rumput laut diikuti juga oleh peningkatan nilai ekspornya. Perkembangan harga yang cenderung meningkat secara signifikan menjadi peluang dan insentif bagi peningkatan volume produksi komoditas perikanan budidaya dan rumput laut.(tribunners)

Oleh: DR Rustam SE, MSE
Kasubdit Statistik Peternakan di Direktorat Statistik Peternakan, Perikanan dan Kelautan, BPS RI.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved