Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Disbudpar Berau Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Selain promosi, penataan destinasi maupun penyiapan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata terus dilakukan

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB BERAU
PELATIHAN PEMANDU WISATA - Peserta pelatihan pemandu wisata sejarah dan budaya mengikuti rangkaian praktek pelatihan di Keraton Sambaliung, Kabupaten Berau, Rabu (2/12/2020). 

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau memiliki kekayaan destinasi wisata yang luar biasa. Tidak hanya wisata alam bahari dan pedalaman, Bumi Batiwakkal juga memiliki peninggalan sejarah dan kebudayaan yang masih terus dilestarikan. Wisata sejarah dan budaya ini pun terus dipromosikan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Berau.

Selain promosi, penataan destinasi maupun penyiapan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata terus dilakukan dengan meningkatkan kompetensi pemandu wisata. Seperti yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, memberikan pelatihan pemandu wisata sejarah dan budaya, sejak Selasa (1/12) hingga Kamis (3/12) hari ini.

Pelatihan yang digelar di Hotel Melati Tanjung Redeb dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, menghadirkan Dewan Pengawas Himpunan Parmuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kalimantan Timur, sebagai narasumber.

Sekretaris Disbudpar Berau, Abdul Madjid, dalam kesempatan itu mengatakan potensi pariwisata yang besar di Kabupaten Berau harus dikelola dengan baik, sehingga menjadi daya Tarik wisatawan. Termasuk wisata sejarah dan budaya yang harus dilengkapi dengan informasi yang lengkap bagi wisatawan.

Untuk itu Madjid berharap peserta pelatihan agar aktif dan serius mengikuti pelatihan ini. Dengan adanya pelatihan ini pemandu wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Berau diharapkan bisa menambah wawasan dalam teknik kepemanduannya.

“Sehingga wisatawan mendapatkan penjelasan dan pelayanan yang sesuai standar kepemanduan wisata sejarah dan budaya,” ungkapnya.

Menjadi pemandu wisata dikatakan Madjid memiliki peranan penting dalam pariwisata. Pasalnya pelayanan dan informasi yang diberikan pemandu wisata tentu menjadi kesan bagi wisatawan yang datang. Kesan terbaik yang diterima wisatawan dikatakannya tentu akan menjadi daya Tarik atau pemikat bagi wisatawan untuk datang dan kembali menjalani destinasi wisata Berau.

Terlebih dimasa new normal pandemic covid-19 ditegaskan Madjid peran pemandu wisata sangat diperlukan, terutama dalam mengingatkan penerapan standar operasional prosedur (SOP) baik bagi pelaku wisata maupun bagi wisatawannya.

Sementara itu Ketua HPI Berau, Yudi Rizal, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Disbudpar Berau yang telah memprogramkan pelatihan bagi pemandu wisata ini, termasuk menghadirkan HPI Kaltim sebagai narasumber pelatihan.

Melalui kegiatan ini Yudi berharap dapat semakin meningkatkan kompetensi para pemandu wisata yang ada di Kabupaten Berau. Ia juga berharap kegiatan ini semacam ini juga dapat terus dilakukan pada wisata minat khusus lainnya, seperti pemandu wisata snorkeling, wisata goa di pedalaman maupun wisata lainnya.

“Program ini sangat baik bagi kami sebagai pemandu wisata. kami berharap ini dapat terus berlanjut,” tandasnya.

Pelatihan yang juga ditindaklanjuti dengan praktek lapangan tersebut diikuti peserta yang terdiri dari pemandu wisata Museum Batiwakkal Gunung Tabur, pemandu di Keraton Sambaliung, Kampung Merabu, Kampung Teluk Sumbang, Kampung Merasa, Kampung Punan Mahkam. Selain itu juga kelompok sadar wisataTanjung Redeb, serta perwakilan HPI dan Asita Kabupaten Berau. (adv/hms3)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved