Breaking News:

Perkembangan Sistem Pembayaran BI, Nilai Transaksi BI-RTGS Naik 6,2 Persen di Oktober 2020

Pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement.

HO/PEMKOT TARAKAN
PENYERAHAN - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal saat bersama Wali Kota Tarakan, dr Khairul. (HO/Humas Pemkot Tarakan) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang Oktober 2020 telah berlangsung dengan efisien, aman, andal dan lancar.

Kepala KPwBI Kaltara, Yufrizal mengatakan, hal tersebut tercermin dari tingkat ketersediaan sistem yang mencapai 100 persen dan tidak terdapat unsettled transaction.

Dia menambahkan, nilai transaksi BI-RTGS pada Oktober 2020 sebesar Rp 523,34 miliar.

"Ini mengalami kenaikan nilai sebesar 6,2 persen," ujarnya, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Launching FENTABI, Ini Tujuannya

Baca juga: Akselerasi Transaksi Non Tunai, Bank Indonesia Balikpapan Gelar Festival Non Tunai

Sedangkan volume tercatat sebanyak 587 transaksi atau mengalami penurunan volume sebesar 12,4 persen dibandingkan transaksi pada September 2020 (mtm).

Di samping itu, nilai transaksi transfer dana SKNBI pada bulan Oktober 2020 tercatat sebesar Rp 431,99 miliar atau turun sebesar 6,2 persen.

Sementara volume transaksi tercatat sebanyak 11.243 transaksi atau turun sebesar 10,6 persen dibandingkan transaksi pada bulan September 2020 (mtm).

Baca juga: Perkembangan Inflasi, Bank Indonesia Ungkap Kaltara Alami Inflasi 0,54 Persen

Baca juga: Info Loker PCPM Angkatan 35 di Bank Indonesia Dibuka September 2020, Simak Persyaratan Lengkapnya

Pada bulan Oktober 2020, terdapat penurunan transaksi nominal melalui SKNBI di tengah kenaikan RTGS (mtm).

Kondisi peningkatan RTGS ini didorong terdapat peningkatan realisasi dana desa dan belanja dari Pemerintah.

Antara lain bantuan sosial, realokasi dana Corona atau covid-19, dan lainnya sehingga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Hingga 27 Oktober 2020 sudah terdapat 9.617 merchant QRIS di Kaltara," sebutnya.

Jumlah ini meningkat 275 merchant atau 2,9 persen (mtm) dari posisi 30 September 2020.

Baca juga: Penukaran Uang Rp 75.000 di Bank Indonesia, Harus Registrasi Secara Online

Baca juga: Pemkot Balikpapan Bersama Bank Indonesia Balikpapan dan OJK Kaltim Luncurkan UMKM Care Center

Apabila dibandingkan dengan akhir tahun lalu, jumlah NMR di wilayah Kaltara meningkat 8.442 merchant atau 718 persen (ytd).

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Penulis: Risnawati
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved