Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Jembatan Seranai Rampung, Wabup Edyanto Sebut Akan Majukan Pariwisata dan Ekonomi

Jembatan yang dulu pernah longsor, berada di tepi tebing dan merupakan jalan menuju Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB KUBAR
TINJAU JEMBATAN - Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan didampingi Kabid Bina Marga PUPR Marto Yosan, Camat Kecamatan Linggang Bigung Kristian, dan Petinggi Linggang Melapeh Baru Darmansyah, meninjau langsung jembatan Seranai di jalan poros Kampung Linggang Melapeh Baru, Senin (7/12/2020). 

SENDAWAR - Setelah cuti karena mengikuti pilkada 2020, Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan didampingi Kabid Bina Marga PUPR Marto Yosan, Camat Kecamatan Linggang Bigung Kristian dan Petinggi Linggang Melapeh Baru Darmansyah, meninjau jembatan Seranai yang berada di jalan poros Kampung Linggang Melapeh Baru, Senin (7/12).

Jembatan yang dulu pernah longsor, berada di tepi tebing dan merupakan jalan menuju ke Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung dan jalur ke arah Kampung Lakan Bilem dan Intu Lingau Kecamatan Nyuatan. Selain itu, juga akses ke destinasi wisata yang lagi viral, Puncak Gunung S, Paralayang dan Wisata Alam Batu Bura.

Menurut Wabup Edyanto Arkan, di akhir tahun ini jembatan Seranai sebagai salah satu objek vital lintas kampung dapat rampung pengerjaannya. Diharapkan lebih memajukan perekonomian masyarakat juga pariwisata.

Selain jembatan Seranai yang sudah selesai pengerjaanya, pemkab masih berusaha fokus pada jembatan yang berada di Gunung Sinto. Jembatan tersebut tidak jauh dari jembatan Seranai. Kondisinya saat ini amblas sebagian jalan, berada di tikungan dan sangat kritis, panjangnya kurang lebih 80 meter, perlu penanganan segera.

“Mudah-mudahan tahun 2021 kita akan selesaikan perencanaannya dan akan melihat apakah memungkinkan untuk kegiatan fisik. Kami berharap tidak terjadi longsor lagi. Sebab jika terjadi longsor, sangat sulit tentunya dalam pelaksanaannya,” ujar Wabup Edyanto.

Anggaran perencanaan untuk tim teknis di lapangan sudah ada di tahun 2021 dan masih dipikirkan anggaran fisiknya. Anggaran yang harus disiapkan cukup besar karena bukan timbunan tanah saja, tetapi harus menggunakan tiang dengan kedalaman 30 sampai 40 meter. Inilah yang masih dikoordinasikan pemprov Kaltim bersama Pemkab Kubar. (adv/hms36/naw)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved