Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Plt Bupati Berau Komitmen Wujudkan Pembangunan Rendah Emisi

Webinar yang dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, turut diikuti Plt Bupati Berau, Agus Tantomo,

HUMASKAB BERAU
WEBINAR - Plt Bupati Berau, Agus Tantomo mengikuti webinar bertajuk pembangunan rendah emisi yang bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor kemarin. 

TANJUNG REDEB – Pemeritah Kabupaten Berau, mengikuti webinar bertajuk pembangunan rendah emisi dengan tema komitmen dan tantangan implementasi serta kontribusi Kalimantan Timur pada pencapaian misi GCF Task Force, Senin (7/12) kemarin.

Webinar yang dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, turut diikuti Plt Bupati Berau, Agus Tantomo, melalui ruang teleconference Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau.

Melalui kesempatan itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor, menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Mewujudkan pembangunan rendah emisi ini ditegaskannya yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan indek kualitas lingkungan dan menunjang pertumbuhan ekonomi secara otomatis yang diupayakan. Serta menurunnya produksi emisi gas rumahnya sehingga masalah lingkungan ini dapat diintegrasikan dengan program pembangunan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Pemprov Kaltim bersama Pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat telah menjadi anggota Governors climate and forest Task Force (TCF-TF). Kaltim bersama masyarakatnya telah membangun kesiapan pembangunan rendah emisi sejak tahun 2010 yang diawali dengan deklarasi Kaltim green,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Berau, Agus Tantomo, usai mengikuti webinar, pembangunan rendah emisi bagi Pemkab Berau bukan merupakan hal baru. Bahkan saat ini sudah dalam tahap implementasi dengan berbagai kebijakan yang dilakukan, baik terbitnya peraturan daerah (perda) tentang pembangunan perkebunan berkelanjutan. Juga ada perbup yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan di Bumi Batiwakkal.

“Saya juga selaku ketua PKHB (program karbon hutan berau), sedang membuat beberapa program yang telah siap untuk dilakukan,” ungkapnya.

Salah satu program itu dikatakan Agus adalah program carbon trade atau perdagangan karbon. Menurutnya ada produsen di dunia yang memproduksi karbon, sehingga mereka harus melakukan kewajiban, diantaranya melakukan penanaman atau menjadi yang sudah ditanam. Menjadi hutan yang sudah ditanam dikatakan Agus Tantomo bisa dilakukan dengan kerjasama kepada perusahaan yang produksinya menghasilkan karbon.

“Perusahaan kendaraan bermotor seperti Toyota itu bisa bekerjasama, masyarakat akan mendapat dampak ekonomi dan hutan tetap terjadi,” ungkapnya.

Pasalnya untuk memastikan hutan tetap terjadi ditegaskan Agus harus melibatkan masyarakat disekitar hutan. Masyarakat harus mendapat solusi tanpa merambah hutan masyarakat tetap bisa mendapat manfaat ekonomi dari keberadaan hutan. Seperti pengelolaan kawasan hutan yang dijadikan tempat wisata, dikatakannya menjadi salah satu konsep yang bisa dilakukan, sehingga masyarakat tetap mendapat dampak ekonomi.

“Jadi masyarakat yang menjaga hutan. Target kita tercapai hutan terjaga dan masyarakat mendapat dampak ekonomi dari itu,” tandasnya. (adv/hms4)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved