Breaking News:

Terima Laporan Warga, Kejari Balikpapan Usut Penyalahgunaan Izin Peti Kemas PT KKT

Bermula adanya kegiatan pengangkutan batubara oleh perusahaan berizin bongkar muat yang diketahui oleh warga KM 13 Kelurahan Kariangau

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
JUMPA PERS - Kasi Intel Kejari Balikpapan, Octario Hutapea dalam konferensi pers pengusutan perkara penyalahgunaan wewenang dari PT Kariangau Kaltim Terminal kepada PT Kace Berkah Alam, Selasa (8/12/2020). TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bermula adanya kegiatan pengangkutan batubara oleh perusahaan berizin bongkar muat yang diketahui oleh warga KM 13 Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang kemudian melaporkan kepada Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan ( Kejari Balikpapan ).

Dari laporan tersebut, tim intelijen Kejari lantas melakukan penyelidikan guna membuktikan laporan tersebut.

Kemudian di lapangan, Tim Intelijen Kejari Balikpapan menemukan ada penyelewengan izin yang melibatkan dua perusahaan di Kota Balikpapan.

"Tepatnya perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam hal penyalahgunaan kewenangan dalam kawasan pelabuhan peti kemas PT Kariangau Kaltim Terminal yang di Kota Balikpapan kepada PT Kace Berkah Alam," papar Kasi Intel Kejari Balikpapan, Octario Hutapea.

Baca juga: Usai Isolasi Mandiri Selama 2 Minggu, Walikota Samarinda Syaharie Jaang Sembuh dari Corona

Baca juga: Rencana Gelar Pengadilan Secara Daring, Kejari Balikpapan Akui Terkendala Sinyal dan Listrik

Ia menjelaskan bahwa PT Kariangau Kaltim Terminal tersebut sebatas mengantongi izin berupa terminal peti kemas. Hanya saja pelaksanaannya tidak sesuai izin.

"PT Kaltim Kariangau Terminal ini perijinannya diberikan oleh Menteri Perhubungan khusus untuk terminal peti kemas, namun pada pelaksanaannya digunakan sebagai bongkar muat curah padat batu bara," jelasnya.

Di mana diketahui kemudian dalam pelaksanaannya, PT Kaltim Kariangau Terminal menunjuk PT Kace Berkah Alam.

Terlebih dalam proses pelaksanaannya, ditemukan banyak hal yang tidak memenuhi tahapan ketentuan seperti perundang-undangan maupun peraturan menteri.

Baca juga: Kejari Balikpapan Limpahkan Perkara Kosmetik Ilegal ke Pengadilan, 3 Tersangka Segera Disidang

"Seperti syarat acara untuk menunjukkan tarif dan sebagainya. Di mana pada pelaksanaannya ini sangat menguntungkan PT Kace Berkah Alam," tutur Octario.

Perkara tersebut, lanjutnya, telah di tingkatkan kepada proses penyidikan.

"Sebagaimana kita ketahui sesuai dengan UU No 8 Tahun 1981 atau KUHAP bahwa substansi dari penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengumpulkan alat bukti guna menentukan tersangka," jelasnya.

Pada awak media, Octario pun mengaku bahwa Kejari Balikpapan akan mempercepat proses penyidikan guna menunjuk tersangka dalam penyalahgunaan wewenang tersebut.

"Semoga dalam waktu dekat kita akan fokus untuk mengkerucut sehingga nanti siapa yang paling bertanggungjawab disini akan kita tindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," pungkasnya, Selasa (8/12/2020).

(TribunKaltim.Co/Mohammad Zein Rahmatullah)

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved