Mata Najwa Hari Ini, Jawara Pilkada 2020 jadi Narasumber 'Juara Pilkada di Era Corona'
Tayangan Mata Najwa bakal hadir mulai pukul 21.00 WIB.Selain bisa disaksikan melalui Trans 7.Tayangan Mata Najwa juga bisa disaksikan melalui Live
TRIBUNKALTIM.CO - Tema Mata Najwa malam in akan mengangkat soal Pilkada di masa pandemi virus Corona.
Dalam laman Instagram Mata Najwa telah diumumkan tema Mata Najwa hari ini.
Acara yang dipandu oleh Najwa Shihab ini akan mengangkat tema 'Juara Pilkada di Era Corona'
Tayangan Mata Najwa bakal hadir mulai pukul 21.00 WIB.
Selain bisa disaksikan melalui Trans 7.
Tayangan Mata Najwa juga bisa disaksikan melalui Live Streaming.
Baca juga: Di Mata Najwa, Ali Ngabalin Tiba-tiba Menangis Saat Ceritakan Detik-detik Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Baca juga: Setelah ILC TV One, Wakil Anies Baswedan Buka-bukaan di Mata Najwa soal Fakta Acara Habib Rizieq
Baca juga: Isi WhatsApp Anies Baswedan untuk Walikota Terkait Acara Habib Rizieq Shihab Terungkap di Mata Najwa
Berikut unggahan Mata Najwa soal tema malam ini.
Besok, nasib para calon kepala daerah di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, ditentukan lewat Pilkada 2020.
Digelar di tengah pandemi, akankah kesehatan dan keselataman para pemilih, petugas penyelenggara di lapangan, sampai para kandidat bisa terjamin?
Di sisi lain, isu-isu politik dinasti, oligarki, koalisi, dan partisipasi pemilih yang membayangi pilkada serentak ini tak kalah menarik untuk jadi bahan perbincangan.
Para jawara Pilkada 2020 akan hadir dan menjawab beragam isu seputar ajang kontentasi perebutan tahta daerah ini di #MataNajwa, "Juara Pilkada Era Corona". Rabu, 9 Desember 2020. Live pukul 20.00 WIB di @officialTRANS7.
Yang sudah dapat undangan untuk nyoblos, besok ke TPS? Atau ada yang jadi petugas KPPS di sini mau cerita sesuatu? Tulis di kolom komentar, ya!
Ilustrasi karya kolaborator @narasi.ecosystem: @guudart
Berikut beberapa di antara alternatif link streaming Mata Najwa Trans 7 untuk live streaming Trans7
Link 1 Live Streaming Trans 7 Mata Najwa Hari Ini klik di SINI
Link 2 Live Streaming Trans 7 Mata Najwa Hari Ini klik di SINI
Baca juga: TERBARU Kode Redeem ML Mobile Legends 9 Desember 2020, Ikuti Event Winter Gala, Iko Uwais Jadi Chou
Baca juga: Fakta-fakta Kontestan Indonesian Idol Melisha Sidabutar Meninggal Dunia, Judika Kenang Nyanyi Bareng
Baca juga: LIVE Quick Count Pilkada 2020 Kompas TV, Hitung Cepat Pilkada Serentak Solo, Medan, Surabaya, dll
Live Streaming quick count Pilkada 2020, atau klik pilkada2020.kpu.go.id untuk cek hasil seluruh daerah.
Pemungutan suara di Pilkada serentak 2020 hari ini, Rabu 9 Desember 2020 sudah ditutup dan penghitungan suara sejumlah daerah sudah dimulai.
Simak hasil hitung cepat Pilkada 2020 melalui Live Streaming quick count berikut ini.
Selain itu ada juga aplikasi hitung cepat dari KPU yang dapat disimak melalui aplikasi Si Rekap.
Hasil hitung cepat (Quick Count) Pilkada Serentak 2020 dan informasi seputar seputar pilkada akan ditayangkan Kompas TV, Rabu (9/12/2020).
Di tengah pandemi Covid-19, Pilkada serentak tersebut dilaksanakan di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
Komisoner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi masif ke masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan saat datang ke TPS.
Ilham mengatakan, sosialisasi itu dilakukan melalui semua lini yang bisa menjangkau masyarakat.
Bahkan, menurut dia, KPU sudah memiliki relawan demokrasi yang menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di tingkat komunitas.
"Jika disiplin insya Allah bisa kita hindari (penularan)," ujar dia.
Ada 9 di antaranya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 37 pemilihan Wali Kota dan wakil wali kota serta 224 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
Kompas TV menyiarkan secara langsung hasil quick count Pilkada Serentak 2020 dari beberapa daerah di antaranya Pilkada Surabaya, Solo, Medan, Sumbar, dan Makassar.
Selain itu, untuk melihat hasil pilkada serentak, dapat melalui website pilkada2020.kpu.go.id. untuk melihat hitung cepat atau quick count Pemilihan Gubernur di sembilan provinsi yang menggelar Pilkada Serentak hari ini Rabu 9 Desember 2020.
Link quick count
Disclaimer
- Data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara adalah data yang hasil foto formulir Model C.Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui Sirekap.
- Apabila terdapat kekeliruan data pada formulir Model C.Hasil-KWK, akan dilakukan perbaikan pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi di tingkat Kecamatan.
- Apabila terdapat perbedaan data yang terbaca oleh Sirekap dengan data yang tertulis pada Formulir C.Hasil-KWK, akan dilakukan koreksi pada Sirekap Web Tingkat Kecamatan.
- Data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam Rapat Pleno terbuka.
- Daftar Daerah yang Menggelar Pilkada Serentak 2020, Rabu 9 Desember 2020
KPU mencatat, dari 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada, daerah yang hanya terdapat 1 calon (calon tunggal) sebanyak 25 kabupaten/kota.
Apakah Quick Count, Exit Poll dan Real Count?
Peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata menjelaskan, quick count sebenarnya adalah alih bahasa penyederhanaan dari metode parallel vote tabulations (PVT).
“Dalam konteks pemilu di Indonesia, quick count adalah metode hitung cepat dengan mengambil tempat pemungutan suar a (TPS) sebagai sampel.
Basis respondennya adalah formulir C1 plano, alias hasil perhitungan suara di TPS yang menjadi sampel,” papar Dian dilansir Kompas.com.
Adapun exit poll, lanjut Dian, menggunakan pemilih yang selesai menggunakan hak pilih di bilik suara sebagai basis responden, sekalipun tetap sampelnya adalah TPS.
“Jadi, di exit poll, peneliti memilih secara random pemilih yang keluar dari bilik suara, sudah selesai memilih, satu laki-laki dan satu perempuan, yang disodori sejumlah pertanyaan seperti ‘Puas dengan pemilu?’, lalu ditanya lagi ‘Siapa yang tadi dipilih?’. Begitu,” tutur Dian.
Nah, kalau bicara hitung cepat dan perhitungan hasil pemilu, ada satu lagi istilah yang sering terdengar, yaitu real count.
“Kalau real count, itu basis respondennya betul-betul adalah angka dari C1 plano yang sudah dikumpulkan di tingkat nasional. Harus 100 persen C1 plano telah terkumpul secara nasional, bukan lagi sampel,” ungkap Dian.
Cara perhitungan ini, imbuh Dian, sama sekali berbeda dengan quick count dan exit poll.
Metodologi Dian menegaskan, baik quick count maupun exit poll memiliki akar ilmu yang sama, yaitu statistika.
Di luar perbedaan dalam definisi dan basis responden, teknik penarikan sampel (sampling) kedua cara itu ya ibarat satu guru, satu ilmu.
Misal, ujar Dian, untuk konteks Pemilu 2019, ada sekitar 810.000 TPS dan 80 daerah pemilihan (dapil).
Maka, sampel yang ditarik harus dihitung sehingga diyakini mewakili jumlah dan sebaran jumlah TPS dan dapil tersebut.
Urutan operasionalisasinya, sebut Dian, dimulai dari sampling, baru mengumpulkan data berdasarkan basis responden sesuai cara hitung cepat yang dipakai.
“(Sampling), katakanlah kedua cara menggunakan sampel 6.000 TPS, harus diyakini dan dipastikan oleh peneliti jumlah TPS itu adalah representasi dari 80 dapil,” tegas Dian.
Barulah setelah itu muncul sejumlah perbedaan dalam praktik di lapangan.
Quick count mendata angka yang didapat dari C1 dari TPS yang menjadi sampel, sementara exit poll mendata pendapat dari satu responden lelaki dan satu responden perempuan dari TPS sampel.
Level keyakinan dan margin of error Faktor berikutnya yang mempengaruhi hasil hitung cepat memakai quick count dan exit poll adalah tingkat kepercayaan (level of confidence) dan rentang angka penyimpangan (margin of error).
“Angka-angka itu tergantung masing-masing lembaga penyelanggara hitung cepat,” kata Dian.
Tingkat kepercayaan yang lazim untuk quick count dan exit poll, sebut Dian, adalah 95 persen dan 99 persen.
Ini pula pembeda hitung cepat dengan beragam survei lain yang pilihan level of confidencenya bisa 90 persen, 95 persen, atau 99 persen.
Baca juga: TERBARU Kode Redeem ML Mobile Legends 9 Desember 2020, Ikuti Event Winter Gala, Iko Uwais Jadi Chou
Baca juga: Fakta-fakta Kontestan Indonesian Idol Melisha Sidabutar Meninggal Dunia, Judika Kenang Nyanyi Bareng
Baca juga: LIVE Quick Count Pilkada 2020 Kompas TV, Hitung Cepat Pilkada Serentak Solo, Medan, Surabaya, dll
Dalam konteks Pemilu 2019, Dian menghitung bila sampel yang dipakai 6.000 TPS dan level of confidence 95 persen maka margin of error-nya di kisaran 1,27 persen.
“Itu ada hitungan matematikanya,” ujar Dian. Nilai margin of error ini adalah rentang kesalahan yang mungkin terjadi.
Artinya, kata Dian, nilai yang didapat bisa bertambah sampai dengan angka margin itu, atau malah sebaliknya berkurang hingga sebanyak margin of error itu.
(*)