Breaking News:

Di Balik ‘Kemenangan Dramatis’ Sri Juniarsih-Gamalis

Pasangan Sri Juniarsih-Gamalis mampu tampil percaya diri laksana pasukan bambu runcing melawan senapan dan meriam. Mereka mainkan bambu runcing

TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Calon Bupati dan wakil Bupati Berau Hj Sri Juniarsih dan H Gamalis usai pengambilan nomor urut di KPU Kabupaten Berau, Senin (5/10/2020). 

Memperkuat elektabilitas calon membutuhkan kepiawaian dalam mengembangkan narasi tentang Sang Calon dan mengapa mereka harus dipilih.

Pasangan Sri Juniasih - Gamalis unggul dalam menggiring opini publik untuk mengajak memilih mereka. Narasi yang dikembangkan mampu menyentuh aspek emosional pemilih.

Narasi Anti Politik uang misalnya. Narasi ini mampu dikelola dengan baik sehingga bisa selaras dengan gerakan masyarakat sipil.

Masyarakat sudah muak terhadap opara cukong yang menjerat calon bupati dengan dana untuk membeli suara agar mendapat konsesi proyek dan ijin pengelolaan sumber daya alam.

Komitmen Sri Juniarsih-Gamalis untuk menolak politik uang mendapat dukungan yang luar biasa. Narasi ini juga telah menempatkan paslon nomer 2 ini sebagai pasangan protagonis yang berjuang menegakkan aturan melawan "musuh negara".

Narasi lain yang cukup efektif mendongkrak elektabilitas Ragam adalah Uang Rakyat Untuk Rakyat. Spirit ini mampu menjelaskan bagaimana kelak pasangan ini akan mengelola anggaran publik pemerintah Kabupaten Berau.

Narasi ini diperkuat dengan Narasi Delapan Belas Program Unggulan yang mudah dicerna. Sehingga definisi Uang Rakyat Untuk Rakyat memiliki penjelasan tentang implementasinya.

Sri Juniarsih-Gamalis juga mampu melawan agresifitas pihak pihak yang ingin melumpuhkan kerja tim ragam dengan tindakan kekerasan.

Berbagai ancaman dan tindakan fisik yang dialami oleh para relawan dilawan dengan kampanye anti kekerasan yang cukup massif.  Hal tersebut ternyata mengundang simpati masyarakat Berau yang lebih luas.

Narasi terahir yang cukup fenomenal adalah penggunaan ikon Black Ping. Meskipun mendapaat cemoohan dari kubu lawan namun ikon ini mampu menelusup disanubari para pemilih milenial.

Pada sisi lain , tim lawan sepertinya tidak memliki manajemen isu yang tertata dengan baik . Cenderung reaksioner dan dikomunikasikan secara sporadis.

Saluran Komunikasi Tertata

Narasi yang dipersiapkan dengan apik tak akan berarti apa apa jika tidak terdistribusi dengan baik. Berkaitan dengan hal ini, pasangan Sri Juniarsih Gamalis mampu mengembangkan tata kelola saluran komunikasi politiknya.

Narasi-narasi yang harus dikomunikasikan kepada publik diatur agar seirama, baik di tingkat pimpinan koalisi maupun di level relawan TPS. Jalur komunikasi dipersiapkan sedemikian rupa agar setiap pesan yang keluar efektif untuk meraih dukungan maupun untuk menangkal serangan lawan.

Hasil survey mencatat bahwa 33 persen pemilih Berau menentukan pilihannya berdasarkan informasi media sosial. Sri Juniasih-Gamalis mencermati betul hasil survey ini.

Mereka yakin bahwa dengan kemenangan di ruang media sosial akan memberi sumbangan besar bagi kemenangan. Tim "cyber army" benar benar dipersiapkan dan dikelola dengan matang.

Grup facebook baru sengaja dibuat sedangkan grup yang sudah ada diduduki secara massif sebagi ruang pertarungan opini.

Demikian juga dengan fasilitas WA. Pemanfaatan fitur ini dilakukan secara optimal baik untuk konsolidasi internal maupun untuk komunikasi dengan publik pemilih . Hasilnya seperti yang kita saksikan bersama. Sri Juniarsih -Gamalis mampu meraih elektabilitas yang tinggi .

Pada banyak tim pilkada kegagalan pemenangab bersumber dari rapuhnya soliditas tim. Tim yang keropos membuka banyak celah untuk masuknya serangan. Pasukan tidak fokus bertempur di medan juang, karena sibuk mengatasi pertempuran internal.

Pasangan Sri Juniarsih-Gamalis diberkahi dengan kesatuan dan persatuan tim yang kokoh. Baik unsur partai pendukung maupun unsur relawan non partai dapat bersatu padu dalam satu komando Tim Gabungan.

Pasangan ini memiliki benteng pertahanan yang sulit digoyahkan oleh gempuran musuh. Sekaligus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mengendalikan pertempuran.

Itulah pokok-pokok perkara yang menjadi kunci kemenangan Sri Juniasih-Gamalis. Mereka yang berada dibalik kemenangan pasangan ini tidak sedikit jumlahnya.

Mereka adalah sosok warga Berau yang tangguh dalam pertempuran politik. Merekalah Tim Ragam. Kemenangan yang mereka raih adalah kemenangan yang sangat dramatis. Dalam satu putaran pilkada mereka harus melelalui tiga kali pergantian pasangan calon.

Bermula dari pasangan Muharam - ... yang gagal karena .. tidak mendapat restu partai .. dilanjut dengan Pasangan Muharam-Gamalis yang harus berpisah karena takdir ilahi dan yang terakhir pasangan Sri Juniarsih-Gamalis yang tidak diperhitungkan namun berhasil membuat perhitungan.

Sri Juniasih tampil sebagai satu satunya calon bupati perempuan yang unggul dalam pilkada 2020 di Kalimantan Timur.

Selamat kepada warga Berau yang telah memiliki sosok pemimpin baru. Seorang perempuan yang akan menjadi Ibu bagi seluruh masyarakat Berau.

Khasanah perjalanan Berau kini diperkaya dengan lahirnya sosok bupati perempuan pertama. Bupati yang lahir dari perjuangan tim Ragam beserta masyarakat Berau dalam menegakkan marwah peradaban Bumi Batiwakkal. Perjuangan tanpa politik uang. (*)

Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved