Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Penjualan Turun 50 Persen Kala Pandemi, Penjual Jamu di Samarinda Andalkan Ramuan Penambah Stamina

Pandemi covid-19 atau virus Corona memang sangatlah berpengaruh bagi sektor perekonomian di kalangan masyarakat

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Marhan seorang penjual jamu dan herbal, yang tokonya terletak di Jalan Bhayangkara Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pandemi covid-19 atau virus Corona memang sangatlah berpengaruh bagi sektor perekonomian di kalangan masyarakat.

Seperti hal nya yang dirasakan oleh Marhan seorang penjual jamu dan herbal, yang tokonya terletak di Jalan Bhayangkara Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menyebutkan bahwa semenjak virus yang disebut bermula dari Wuhan, sudah menjajak di Kota Tepian. Penjualannya mengalami penurunan drastis hingga mencapai 50 persen.

Dalam perharinya dirinya menyebut ia memperoleh penghasilan jualannya tersebut tembus hingga Rp 2 Juta.

Baca juga: Peduli Sesama Saat Pandemi Corona, IIDI Samarinda Gelar Bakti Sosial, Sasar ke Rutan Kelas IIA

Baca juga: Pencarian Motoris yang Hilang, Tim SAR Peroleh Informasi Jasad Mengapung di Selili Samarinda

Baca juga: Peduli Sesama Saat Pandemi Corona, IIDI Samarinda Gelar Bakti Sosial, Sasar ke Rutan Kelas IIA

Namun semenjak adanya covid-19 penghasilannya ada mengalami penurunan, hingga mendapatkan sekitar Rp 1 Juta.

"Ia ada pengurangan karena adanya covid-19 ini, sekitar 50 persen," ungkapnya saat diwawancarai TribunKaltim.co di toko tempatnya berjualan.

Lelaki yang biasa disapa A'an tersebut, berjualan membantu menjualkan dagangan milik kakak kandungnya, sudah sejak 2012 di lokasi tersebut.

Dan tentunya sudah memiliki pelanggang khusus yang rutin membeli jamunya.

Namun dibalik mewabahnya virus Corona, para langganannya sudah mulai menipis, dan mulai menghilang.

"Tetapi ada juga pelanggan-pelanggan baru, tapi tidak seramai tahun kemarin," ujarnya.

Baca juga: Sepekan Terakhir, Grafis Pasien Covid-19 di Bontang Meningkat, 2 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Indo Premier Kedepankan Eksklusivitas Layanan Nasabah Dengan Portofolio Aset di Atas Satu Miliar

Baca juga: Lolos ke Paskibra Provinsi Kalimantan Timur, Begini Tips Lismawati Dalam Menjaga Stamina

Baca juga: NEWS VIDEO Tradisi Mag Jamu di Tanjung Batu Berau

Penjualan jamu yang diminati saat pandemi covid-19 juga lebih dominan kepada jamu Tolak Angin dan penambah stamina.

Karena tiba di tempatnya, banyak mengeluhkan merasa tidak enak badan atau demam.

"Itu untuk kesehatan tubuh mas, jadi memang pas untuk saat sekarang," sebutnya.

Jamu yang diminati tersebut harga standar seperti biasa saja, tidak ada peningkatan ataupun penurunan yakni berkisar Rp 18.000 sampai Rp 20.000.

(TribunKaltim.co/M Riduan)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved