Cek Kesiapan Yonif 611/Awang Long, Pangdam VI/Mulawarman Nyatakan Siap Operasi
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto memimpin pelaksanaan Apel Gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi Satgas Pamtas Penyangga Indonesia-PNG.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto memimpin pelaksanaan Apel Gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi Satgas Pamtas Penyangga RI-PNG di Lapangan Batalyon Infanteri 611/AWL Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, (16/12/2020)
Apel gelar pasukan disertai pemeriksaan personel dan perlengkapan Satgas Yonif 611/AWL dengan Komandan Apel Mayor Inf Albert Frantesca Hutagalung (Danyon 611/Awang Long), selaku Komandan Satuan Tugas Operasi Pamtas RI-PNG.
Sesuai rencana penugasan, Yonif 611/AWL akan berangkat pada 28 Desember 2020 hingga 9 bulan kedepan di daerah penugasan yaitu di wilayah Papua Sektor Selatan menggantikan Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa dan akan menduduki 22 Pos Pamtas di wilayah Kabupaten Merauke.
Dalam sambutannya Pangdam menjelaskan bahwa tugas pokok Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long yaitu melaksanakan operasi pengamanan perbatasan darat RI-PNG selama 9 bulan (270 hari).
Tugasnya melaksanakan kegiatan patroli patok perbatasan, mencari dan menangkap pelaku lintas batas illegal, penyelundupan, pencurian sumber daya alam serta melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah Kabupaten Merauke dalam rangka mendukung Tugas Pokok Kolakopsrem 174/Anim Ti Waninggap.
Jendral Bintang Dua tersebut juga menegaskan dengan adanya Kerawanan daerah Operasi di daerah sana yang meliputi adanya Lintas batas ilegal yang rentan penyelundupan miras, narkoba, kayu ilegal dan sembako illegal.
Kesenjangan sosial antara pendatang dengan masyarakat lokal, rentan memicu konflik bernuansa SARA dan adanya mantan kelompok GSPB (Gerakan Separatis Papua Bersenjata) yang berada di wilayah sektor tanggung jawab Satgas Pamtas RI-PNG dan masih adanya senjata yang berada di masyarakat.
”Hal ini jangan menjadikan turunnya semangat, namun jadikan tantangan untuk lebih berprestasi menemukan ide baru menghadapi situasi ini,” tegas Pangdam.
Disamping itu Pangdam juga menekankan kepada prajurit yang akan melaksanakan penugasan agar menjauhi larangan dan yang tidak boleh dilakukan selama bertugas.
“Ambil nilai positif dan pengalaman dalam tugas sebagai bagian dari perjalanan hidup seorang prajurit dan laksanakan tugas dengan gembira, semangat, bakti tulus kepada Negara serta berdoa dan laksanakan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Pangdam.
“Tugas adalah ibadah tingkatkan iman dan taqwa Ciptakan suasana yang kondusif di dalam penugasan upayakan terus berbuat baik dan hindari hal hal negatif,” Pungkanya.
Untuk Personel yang tinggal (Korum), Pangdam juga berpesan agar mendukung tugas dan tanggung jawab yg bertugas di home base serta laksanakan program satuan, Jaga Pangkalan, unsur tinggal, Prajurit serta keluarganya dan jangan lupa bantu do’a agar Satgas aman, lancar dan berhasil. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pangdam-lepas-pasukan1.jpg)