CSR PLN UIP Kalbagtim Bantu Masyarakat Kelurahan Mentawir , Olah Bambu Jadi Barang Kerajinan
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur melalui Unit Pelaksana Proyek Kitring Kalbagtim 1, kembali mewujudkan prog.am CSR masyarakat.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Kitring Kalbagtim 1, kembali mewujudkan program Corporate Social Responsibilty (CSR) kepada masyarakat.
Kali ini di Kelurahan Mentawir, Penajam Paser Utara (PPU), sekelompok warga mendapatkan pelatihan dan alat kerja.
Sebagai upaya menambah penghasilan lewat mata pencaharian baru. Yakni di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mengolah bambu yang banyak terdapat di wilayah Mentawir.
“Kami sangat berterima kasih PLN memberikan pelatihan kerajinan bambu untuk meningkatkan kualitas masyarakat di kelurahan Mentawir ini,” ungkap Lurah Mentawir M Yamani.
Dengan mata pencaharian baru melalui pembuatan kerajinan bambu, maka masyarakat diharapkan mampu meningkatkan ekonomi mereka. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, di mana segala aspek terdampak.
“PLN memberikan jawaban atas usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat kami. Semoga ini bisa terus dilanjutkan program berikutnya dalam hal pemasaran produk – produk yang dihasilkan,” ungkapnya.
Perwakilan kelompok warga penerima manfaat PLN Peduli di Mentawir, Safriansyah menambahkan, jika pihaknya sangat bersyukur dengan adanya CSR dari PLN khususnya PLN UIP Kalbagtim.
Menjadikan masyarakat lebih mandiri dan kelak akan dikenal luas oleh publik dari hasil kerajinan bambu.
“PLN sudah berbaik hati memberikan pelatihan ini. Kami akan terus mengolah keahlian tersebut untuk menjadi mandiri sehingga kerajinan bambu di Metawir dikenal masyarakat luas,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalbagtim Muhammad Ramadhansyah menjelaskan, bantuan sosial PLN tidak hanya memberikan pelatihan semata.
Namun di balik itu berdasarkan survei dan analisis yang tepat. Menyesuaikan karakteristik wilayah dan masyarakat daerah tersebut. “Pohon bambu yang melimpah di daerah itu rasanya sayang kalau tidak dimanfaatkan,” jelasnya.
Akhirnya PLN Peduli berinisiatif untuk mengajak lurah dan kelompok masyarakat di desa tersebut untuk mengolah bambu yang melimpah tersebut menjadi kerajinan tangan yang bisa diperjualbelikan.
“Pemberdayaan masyarakat yang ada melihat potensi. Sehingga produk yang dihasilkan punya nilai ekonomi yang tinggi dan bermanfaat bagi daerah tersebut,” papar Ramadhansyah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/csr-pln2.jpg)