Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Mark Up Anggaran Mesin Es Nelayan, PN Ditahan Kejari Bulungan

PN ditetapkan sebagai tersangka setelah, kejaksaan memiliki alat bukti yang cukup berupa dokumen-dokumen.

Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO- Kejaksaan Negeri Bulungan, menetapkan PN sebagai tersangka pengadaan barang mesin es tahun anggaran 2016.

Hal ini diungkapkan, Kasi Pidsus Kejari Bulungan, Haeru Jilly Roja'i, di Kantor Kejari Bulungan, Jl Jelarai, Tanjung Selor.

"Pada hari ini, kami menetapkan PN sebagai tersangka, dalam kasus pengadaan mesin es kapasitas 10 ton di Dinas Kelautan Perikanan Bulungan, pagu anggaran 2016," ujar Kasi Pidsus Kejari Bulungan, Haeru Jilly Roja'i, Jumat (18/12/2020).

PN ditetapkan sebagai tersangka setelah, kejaksaan memiliki alat bukti yang cukup berupa dokumen-dokumen.

Baca juga: NEWS VIDEO BNNP Kaltim Bersama TNI-Polri Lakukan Operasi Gabungan THM di Kabupaten Paser

Baca juga: NEWS VIDEO Viral Video Anak Jalanan di Mojokerto Marah karena Tak Diberi Uang, Sampai Tendang Mobil

Baca juga: Kebakaran di Gang Tambak Tarakan, Rumah Bertingkat Milik Warga Hangus, Penghuni Sedang di Luar

"PN disangkakan pasal 2, subsider pasal 3, jo pasal 18, UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU No.2O Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 huruf KUHP," terangnya.

Tersangka PN warga Depok, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka, setelah Kejari Bulungan menjalani penyelidikan selama dua bulan.

Adapun kasus pengadaan mesin es di Desa Mangkupadi, Bulungan, berasal dari dari laporan masyarakat, yang mengatakan bahwa mesin es tersebut tidak beroperasi lagi.

"Ini hasil penyelidikan selama dua bulan, kami jemput bola saudara PN, di Depok ya," ujar Haeru.

PN sebagai pihak penyedia barang, disangkakan melakukan mark up anggaran proyek mesin es, senilai Rp 2,4 Miliar dengan kerugian negara ditaksir sekitar Rp 600 juta.

Saat ini PN ditahan di Polres Bulungan selama 20 hari guna kepentingan penyelidikan.

Pihak kejaksaan tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru, di proyek pengadaan mesin es di Mangkupadi.

"Kita masih dalam pemeriksaan dan pengembangan, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi," tuturnya. (*)

Naskah: TribunKaltim.co / Maulana Ilhami Fawdi

Videografer: TribunKaltim.co / Maulana Ilhami Fawdi

Video Editor: TribunKaltim.co / Fz

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved