Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Jelang Natal dan Tahun Baru, BKP Tarakan Perketat Pengawasan Tol Laut

Tol laut KM Sabuk Nusantara 116 asal Toli-toli Sulawesi Tengah ini adalah moda transportasi yang bertujuan mengangkut logistik antar pulau ke pelosok,

TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI
Kepala Balai Karantina Pertanian Tarakan, drh Muhammad Alfaraby. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Jelang Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Pertanian atau BKP Tarakan perketat pengawasan tol laut KM Sabuk Nusantara 116.

Tol laut KM Sabuk Nusantara 116 asal Toli-toli Sulawesi Tengah ini adalah moda transportasi yang bertujuan mengangkut logistik antar pulau sampai ke pelosok.

Salah satu dermaga pelabuhan sandar untuk tol laut ini adalah Dermaga Pelabuhan Malundung Kota Tarakan setiap 2 minggu sekali.  Pemeriksaan fisik dilakukan pada komoditas pertanian wajib periksa karantina.

Baca juga: Update Jembatan Tol Laut, Pematokan Trase Penghubung Jalan Tol Teluk Balikpapan Sisi Penajam Rampung

Baca juga: Soil Test Sudah Hampir Rampung, Kelengkapan Data Teknis Tol Laut PPU - Balikpapan Segera Digarap

Baca juga: VIDEO - Ratusan Sapi Tiba Di Samarinda Gunakan Jalur Tol Laut, Siap Penuhi Kebutuhan Pasar

Di antaranya buah-buahan seperti pisang, jeruk, mangga, dan tomat. Kemudian sayuran seperti kubis dan kentang.

"Total buah dan sayur yang masuk yakni sebanyak 9.90p Kg," ujar Kepala BKP Tarakan, drh Muhammad Alfaraby, Senin (21/12/20)

Selain itu, pejabat karantina juga memeriksa kelengkapan dokumen dan pemeriksaan fisik terhadap pemasukan 59 ekor kambing dan 4 ekor sapi.

drh Muhammad Alfaraby mengatakan, pemeriksaan dilakukakan untuk memastikan media pembawa tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina atau OPTK dan hama dan penyakit hewan karantina atau HPHK.

"Kemudian juga dalam keadaan baik, tidak busuk, dan layak dikonsumsi masyarakat. Jangan sampai ini malah menimbulkan bahaya bagi masyarakat kita," ungkapnya.

Baca juga: Sempat Terhenti, Tol Laut Kembali Layani Warga Sebatik

Baca juga: Ratusan Sapi untuk Kebutuhan Natal dan Tahun Baru Tiba di Samarinda Melalui Jalur Tol Laut

Baca juga: Disebut Ada Pungli, Pihak Pengelola Khawatir Tol Laut di Pelabuhan Sebatik Dihentikan

drh Muhammad Alfaraby mengatakan, pengawasan tidak hanya dilakukan saat kedatangan kapal, tapi juga saat keberangkatan kapal.

Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah adanya lalulintas ilegal di daerah perbatasan ini.

drh Muhammad Alfaraby juga menginstruksikan saat kapal berangkat, tidak boleh ada komoditas pertanian terlarang dan ilegal. "Karena Kaltara ini kan termasuk salah satu daerah rawan," tuturnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Penulis: Risnawati
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved