Breaking News:

Menjaga Demokrasi Damai Pasca Pilkada

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) serentak 2020 di 8 kabupaten/kota (Kalimantan Timur) dan 4 kabupaten serta Pemilihan Gubernur-Wakil

Editor: Tohir
Menjaga Demokrasi Damai Pasca Pilkada
Ilustrasi
Ilustrasi damai pasca pilkada

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) serentak 2020 di 8 kabupaten/kota (Kalimantan Timur) dan 4 kabupaten serta Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara telah menyelesaikan tahapan rekapitulasi penghitungan suara. Nama-nama pasangan calon kepala daerah terpilih pun sudah diketahui berdasarkan hasil rekapitulasi suara di KPU Kabupaten/Kota maupun KPU Provinsi.

Dalam sebuah kontestasi pilkada atau orang bisa menyebutnya pesta demokrasi ada yang menang dan kalah. Bagi paslon kepala daerah yang menang tentu senang, karena perjuangannya untuk meraih perhatian masyarakat terpilih menuai hasil. Namun, wajar juga ketika paslon yang belum menang ada rasa kecewa. Termasuk apa yang dirasakan para relawan, pendukung dan tim pemenangannya.

Secara umum, pelaksanaan pilkada serentak di Kaltim dan Kaltara berlangsung lancar, kondusif, dan damai. Semua itu bisa terjadi karena kesadaran masyarakat berdemokrasi dalam mengikuti kontestasi pilkada sangat baik. Meskipun, riak-riak kecil (aksi protes dari pendukung yang kalah) masih terjadi, namun masih bisa dikendalikan.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pilkada serentak di 8 kabupaten/kota yang berlangsung sukses, kondusif, dan damai kepada seluruh elemen masyarakat.

Situasi selama pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Kaltim berlangsung aman dan kondusif, tidak ada kejadian yang menonjol. Apresiasi juga disampaikan kepada para pelaksana Pilkada 2020 yang telah gigih melaksanakan, termasuk masyarakat Kaltim yang datang ke TPS dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kondisi selama berlangsung tahapan pilkada secara damai ini diharapkan terus berlanjut hingga hari pelantikan paslon terpilih. Kapolda mengajak jajaran pelaksana pilkada, yakni KPU dan Bawaslu, pasangan calon, tim sukses, tokoh masyarakat, termasuk media massa terus mengawal proses demokrasi di Kaltim ini bisa berjalan dengan baik, aman dan damai.

Untuk diketahui, Pilkada serentak di Kaltim ini telah berjalan aman, kondusif dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah covid-19. Semua proses telah dilalui secara demokratis, Kapolda pun mengimbau agar paslon, tim sukses juga pendukung serta simpatisan paslon bisa menerima hasil pilkada dengan lapang dada.

Selayaknya rasa kecewa yang dirasakan paslon kepala daerah dan para pendukungnya, perawatan dan penyembuhan juga membutuhkan waktu. Sebelum ada pihak-pihak tertentu yang memainkan luka sosial ini bahkan menorehkan dan meneteskan air garam sehingga terasa lebih pedih, kita harus mengingat bahwa layaknya luka di tubuh, jika dirawat dengan rasa cinta kasih, dapat sembuh seperti sediakala.

Aspek rasa ini harus dibentengi dengan sebuah rasa persatuan dan kemanusiaan yang membalut satu per satu luka sosial tersebut. Bagaimana cara mencegah luka sosial ini melebar? Perlu adanya rekonsiliasi, menyatukan perbedaan, dan saling menghargai. Bagi paslon yang menang tidak perlu jumawa dan mengesampingkan paslon yang kalah. Sebaliknya justru merangkul untuk bersama membangun daerah ini menjadi lebih maju.

Menjaga Demokrasi
Menurut Achmad Arifulloh, pengamat Hukum Unisula Semarang, pilkada serentak merupakan upaya menciptakan local accountability, political equity dan local responsiveness. Dengan begitu, demokratisasi tingkat lokal terkait erat tingkat partisipasi, dan relasi kuasa yang dibangun atas dasar pelaksanaan azas kedaulatan rakyat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved