Breaking News:

Survei Karakter: Pelajar Pancasila (is) sebagai Asesmen Nasional 2021

Asesmen Nasional (AN) akan digelar pada tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). AN terdiri dari 3 komponen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum

ist
ist 

Asesmen Nasional (AN) akan digelar pada tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). AN terdiri dari 3 komponen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey karakter dan survey lingkungan belajar. Apa yang diukur dalam survey karakter? Yaitu karakter profil pelajar pancasila. Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa profil pelajar pancasila?

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional pada tahun 2021. Asesmen Nasional merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar, yang bertujuan untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.

Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrument utama, yaitu: (1). Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik atau siswa dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. (2) Survei karakter, yang dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. (3) Survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Dari ketiga instrumen utama, survei karakter adalah upaya untuk mengetahui kondisi keanekaragaman komunitas karakter para peserta didik di sekolah, terkait interaksi berazaskan Pancasila.

Pancasila merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara disebut juga dengan ideologi negara, Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila sebagai pandangan hidup dan menjadi sumber dari segala sumber tertib hukum bagi bangsa Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka mewujudkan fungsi dari Pancasila maka kemdikbud memasukan instrument Penilaian pada survei karakter dengan menjadikan profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan salah satu visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2020 mengenai Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelajar Pancasila nantinya menjadi perwujudan pelajar Indonesia yang mampu bersaing dalam kompetensi global dengan tetap mencerminkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ciri-ciri Profil pelajar Pancasila (P3) yaitu:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia merupakan pelajar yang memili budi pekerti luhur dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Pancasila akan memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci dari Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia yaitu : (a) akhlak beragamab; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

2. Berkebhinekaan global. Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Bergotong Royong, Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

Halaman
123
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved