Breaking News:

Survei Karakter: Pelajar Pancasila (is) sebagai Asesmen Nasional 2021 (2-selesai)

Survei karakter dilakukan untuk mengetahui data secara nasional mengenai penerapan asas-asas Pancasila oleh peserta didik di seluruh Indonesia. Hasil

Survei Karakter: Pelajar Pancasila (is) sebagai Asesmen Nasional 2021 (2-selesai)
ist
Survei Karakter: Pelajar Pancasila (is) sebagai Asesmen Nasional 2021 (2-selesai)

Survei karakter dilakukan untuk mengetahui data secara nasional mengenai penerapan asas-asas Pancasila oleh peserta didik di seluruh Indonesia. Hasil dari survei karakter akan dijadikan tolak ukur sebagai umpan balik ke sekolah-sekolah supaya dapat menciptakan lingkungan sekolah yang membuat peserta didik lebih bahagia dan kuat dalam memahami dan menerapkan asas Pancasila.

SURVEI karakter dilakukan bukan dalam bentuk tes yang harus dikerjakan oleh peserta didik, tetapi berupa pertanyaan bersifat personal yang berhubungan dengan opini peserta didik.

Program kemdikbud berupa merdeka belajar dimana akhirnya melahirkan tiga instrumen penilaian salah satunya survei karakter belum cukup bergema gerakannya mengenai profil pelajar Pancasila, masih memiliki ruang lingkup terbatas. Oleh karena itu profil pelajar Pancasila perlu digaungkan dan terus disosialisasikan ke sekolah maupun masyarakat, supaya dapat menjadi fasilitator untuk peserta didik dan anak bangsa.

Dalam menciptakan profil pelajar Pancasila perlu melibatkan berbagai pihak agar tercipta sinergi dan kolaborasi, karena kalau hanya mengandalkan salah satu pihak, yaitu sekolah, guru maupun orang tua keenam profil pelajar Pancasila tersebut akan menjadi pilar inti dari pola pembelajaran. Pengembangan Profil Pelajar Pancasila bisa diwujudkan dalam empat hal yaitu melalui pembiasaan, pembinaan kesiswaan, pembelajaran, dan manajemen sekolah.

Guru sebagai fasilitator di sekolah dalam membangun profil pelajar Pancasila dalam mencerminkan beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan berdoa bersama sebelum dan sesudah pembelajaran. Melakukan ibadah bersama sesuai agama dan kepercayaannya.

Menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius memiliki tiga dimensi hubungan, hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan lingkungan. Subnilai religius antara lain cinta damai, menghargai perbedaan, kerjasama antarpemeluk dan kepercayaan, percaya diri, anti bullying dan kekerasan, persahabatan, ketulusan mencintai lingkungan serta melindungi yang kecil.

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerjasama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong-royong antara lain menghargai, kerjasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong-menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), Tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter aspek integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Survei karakter dengan profil pelajar Pancasila sebagai tolak ukur untuk terus melakukan perubahan lingkungan global melalui peserta didik dengan menanamkan, membentuk, dan mengarahkan perilaku yang bermoral, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan berkeadaban. Peserta didik harus dipersiapkan dalam menghadapi perkembangan zaman supaya dapat bersaing dengan tetap membawa nilai-nilai Pancasila.

Konsep "merdeka belajar" yang dicanangkan Mendikbud RI menekankan pentingnya dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada peserta didik. Peserta didik diberikan keleluasaan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat aturan formal yang dapat membelenggu kraetivitas dan daya piker untuk menjadi lebih baik. Namun demikian guru dan orang tua tetap memberikan penguatan pendidikan karakter Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia.

Asesmen nasional khususnya survei karakter melalui profil pelajar Pancasila Sangat penting dipahami oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua supaya dapat bersinergi dalam mempersiapkan anak-anak bangsa yang berkarakter pancasila(is) menghadapi era globalisasi yang terus berkembang dan semakin maju.(*)

Oleh: Siti Sulistyani, S.Pd
SMK Negeri 6 Samarinda

Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved