Tetap Aktif Selama Pandemi Covid-19, Borneo Ladies Club Beri Warna untuk Balikpapan

Setiap ibu itu istimewa, termasuk juga ibu bekerja. Dia bisa membagi waktunya dengan baik untuk keluarga, dan juga untuk pekerjaannya.

Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
Tangkapan layar
Inggrid Assa Runtuwene, Ketua BLC. (Tangkapan layar) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setiap ibu itu istimewa, termasuk juga ibu bekerja. Dia bisa membagi waktunya dengan baik untuk keluarga, dan juga untuk pekerjaannya. Bahkan tak jarang ditemui, ibu-ibu yang gemar menolong sesama.

Berangkat dari perayaan Hari Ibu yang diperingati tiap tanggal 22 Desember, Tribun Kaltim bersama Smart FM Balikpapan menggelar webinar Tribun On Focus, dengan tema Ibu Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi. Secara daring pada Senin (21/12/2020).

Baca juga: NEWS VIDEO Video Lucu, Seorang Emak-emak Lupa Lepas Helm Saat di Pesta Pernikahan

Baca juga: NEWS VIDEO Viral Video Emak-emak Kawal Mobil Ambulans, Sopir Ambulans: Disuruh Ikut Dibelakangnya

Baca juga: NEWS VIDEO Emak-emak Rusak dan Hancurkan Mesin Judi Tembak Ikan di Kabupaten Deliserdang

Salah satu yang menjadi narasumber adalah komunitas Borneo Ladies Club ( BLC ). Warga Balikpapan mungkin sudah familiar dengan komunitas yang beranggotakan emak-emak dengan jiwa sosial tinggi ini.

Untuk diketahui, BLC adalah salah satu komunitas terkenal di Balikpapan dan masih bertahan dengan eksistensinya sejak mengawali aktivitas 17 tahun yang lalu.

Ada banyak cara menyalurkan kepedulian terhadap sesama dan dilakukan bersama-sama. Kesamaan hobi dan visi, antara lain ikut mendasari BLC tetap kompak.

BLC hadir dari banyaknya perempuan ekspektriat atau yang menikah dengan pria ekspektriat. Menempati tempat yang baru, otomatis para perempuan ini masih beradaptasi. Kabar buruknya, bahkan minim aktivitas sosial.

"Karena kotanya berbeda. Untuk membuat mereka sibuk, makanya kita bentuk BLC, dan mengajak mereka untuk melihat banyak hal yang bisa dilakukan di Balikpapan," jelas Inggrid Assa Runtuwene, Ketua BLC.

BLC punya 76 anggota tercatat, yang terdiri dari beragam profesi. Dari istri pejabat, karyawan, pengusaha, guru, sampai ibu rumah tangga biasa. Banyak kegiatan sosial yang dilakukan, mulai dari menyasar panti jompo, anak jalanan, bahkan membedah rumah warga kurang mampu.

"Saya ajak untuk berkontribusi secara sosial. Sehingga sibuknya mereka, memberi warna untuk Balikpapan," tambahnya.

BLC memiliki legalitas karena terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Pusatnya di Balikpapan. Dan saat ini sudah membuka cabang di Penajam Paser Utara, Berau, Samarinda, hingga Bontang.

Baca juga: NEWS VIDEO Aksi Emak-emak Rusak Lapak Judi Tembak Ikan, Polda Sumut Akan Tindak Tegas

Baca juga: VIRAL, Peserta Demo UU Cipta Kerja di Kaltim Dijemput Emak-emak Berdaster, Ternyata Bawa HP Ibunya

Baca juga: Bawa Anaknya Berusia 8 Tahun, Emak-emak Mencopet di Mal Surabaya, Aksinya Terekam CCTV

Di masa pandemi Covid-19, dimana aktivitas serba terbatas. Diakui Inggrid turut membatasi ruang gerak BLC.

Kendati demikian, atas izin dari Satgas Covid-19 setempat, BLC menyalurkan bantuan masker dan sembako kepada warga veteran dan masyarakat kurang mampu lainnya.

"Kalau pertemuan masih sangat terbatas. Perlu diketahui kalau BLC bukan sosialita, tapi kami pekerja sosial. Mau berapapun jumlahnya, jika ada dana, kita belanja dan salurkan ke orang yang butuh pertolongan," tukasnya.

(Tribunkaltim.co/Heriani)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved