Kronologi Perempuan Muda di Samarinda Diancam Ganti Rugi Rp 100 Juta Jika Menolak Dinikahi

Hubungan asmara perempuan berusia 24 tahun dengan seorang pria berusia 48 tahun malah berakhir saling hitung-hitungan.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
HO/FKM
BINGUNG - HH saat berkonsultasi di Pos FKPM Samarinda, Kalimantan Timur, terkait permasalahan yang dihadapinya, ia bingung lantaran seorang pria yang dikenalnya menuntut uang Rp 100 juta selama 4 bulan menjalani hubungan dengannya. (HO/FKPM) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hubungan asmara perempuan berusia 24 tahun dengan seorang pria berusia 48 tahun malah berakhir saling hitung-hitungan perihal biaya selama menjalani hubungan.

Perempuan berinisial HH ini bingung, hingga datang ke Pos Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat ( FKPM ) pada Selasa (22/12/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Tepatnya di Jalan KH Usman Ibrahim, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

HH datang berkonsultasi terkait permasalahan tuntutan sang pacar pada dirinya.

Baca juga: Tiba-tiba Menikah dengan Sherina, Siapa Sebenarnya Baskara Mahendra, Pernah Diancam Dibunuh Netizen

Baca juga: Jual Sianida di Kaltara, Habib Munir Diancam Penjara 4 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

Baca juga: NEWS VIDEO Wawancara Eksklusif, Wanita di Samarinda Diancam Ganti Rugi Rp 100 Juta oleh Pacarnya

Baca juga: Pembongkaran SKM Segmen Pasar Segiri Samarinda Dilanjutkan, Disiapkan Ganti Rugi Rp 3,3 Miliar

Ia menceritakan awal permasalahan dengan seorang pria berinisial RD, yang merupakan seorang distributor parfum refill (isi ulang).

Keduanya berkenalan saat RD berkunjung ke toko dimana HH bekerja, untuk memasok parfum.

Pertemuan awal ini berlanjut dengan berkenalan hingga akhirnya mereka pun saling bertukar nomor ponsel.

Selang sehari, dalam percakapan ponsel keduanya janjian untuk bertemu. Keesokan harinya mereka pun saling bertemu di sebuah warung makan.

"Saat makan dia (RD) bercerita bahwa saya mau dibukakan usaha (toko parfum). Setelah selesai makan dia ajak ke rumahnya. Tidak tahu kenapa saya dibujuk dan mau tidur sama dia, sampai besoknya juga begitu," ujarnya HH, saat ditemui TribunKaltim.co pada Selasa (22/12/2020).

Hubungan asmara keduanya berjalan beberapa bulan, HH merasa apa yang telah dijanjikan sang pria tak kunjung diwujudkan.

Baca juga: Bocoran Ikatan Cinta 18 Desember 2020, 3 Bulan Nikah, Andin Bisa Bikin Al Jatuh Cinta? Elsa Dendam

Baca juga: Gelagat Abah Sarna Sebelum Jatuhkan Talak Pada Noni, Gadis 17 Tahun yang Baru 22 Hari Dinikahi

Baca juga: NEWS VIDEO Kisah Cinta Remaja 17 Tahun yang Dinikahi Kakek 78 tahun, Rela Tak Tamatkan Bangku SMA

Ia pun tak tahan lalu memilih berusaha untuk menghindari pria tersebut.

"Karena saya menghindari dia terus, saya langsung di datangi ke toko dan sempat mengancam kalau tidak menurut sama dia, akan membuat ribut di toko (tempat HH bekerja)," katanya.

"Dan dia juga berkata, kalau saya tidak mau dinikahi, dia meminta ganti rugi Rp 100 juta, sebagai ganti uang yang dia beri selama empat bulan itu (selama menjalin hubungan)," jelas HH.

HH tak merincikan kapan kejadian tidak mengenakkan yang terjadi di toko parfum tempatnya bekerja ini.

Tentu yang jelas, usai kejadian tersebut HH bingung bagaimana mendapat uang ganti rugi yang diminta RD.

Baca juga: Pemkab Paser Berikan Penghargaan Kepada 100 Tokoh Perempuan Inspiratif Pada Peringatan Hari Ibu 2020

Baca juga: Rapid Test Gratis di Loa Kulu Khusus Perempuan, PKK Kukar Ingin Jadi Contoh Keluarga

Baca juga: Pembongkaran SKM Segmen Pasar Segiri Samarinda Dilanjutkan, Disiapkan Ganti Rugi Rp 3,3 Miliar

Dalam keadaan bingung, serta tekanan dari RD, HH pun mengambil jam tangan serta cincin RD yang rencananya akan ia jual, untuk membayar uang ganti rugi yang diminta.

Jadi dia hitung selama kenal selama 4 bulan, uang yang dikasihkan jika ditotal mencapai Rp 100 juta, padahal tidak sampai segitu.

Memang, waktu pertama dia memberi uang Rp 1,2 juta setelah itu Rp 300 sampai Rp 400 ribu.

"Saya bertanya ini untuk apa dan dia menjawab untuk uang jajan sama bensin saya," ucap HH.

Perihal jam dan cincin mili RD yang diambil oleh HH, ternyata diketahui oleh RD.

Baca juga: Desa Wonorejo jadi Desa Fiktif, Gara-gara Warga Tergiur Ganti Rugi dari Perusahaan Tambang Batu Bara

Baca juga: Hadi Pranoto Ancam Laporkan Balik Muannas Alaidid dan Tuntut Ganti Rugi Rp 145 Triliun

Baca juga: DPRD Kukar Pastikan Pemkab Ganti Rugi Lahan Warga Akibat Dampak Pembangunan Jembatan Tanjung Limau

HH pun dilaporkan ke Polsek Sungai Pinang, dan sempat dipanggil untuk diminta keterangan.

"Dia lapor ke polisi, akhirnya saya dipanggil, namun karena jam tangan serta cincin masih ada, ya langsung saya kembalikan," ujar HH.

"Jadi di depan petugas hanya membuat surat pernyataan kalau tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya," tegas HH.

Sementara itu, Ketua FKPM Pelita Marno Mukti menjelaskan, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban HH.

Pihaknya menyarankan untuk melaporkan ke Polsek jajaran untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Staf KPU Samarinda Meninggal Akibat Covid-19, Kondisi 2 Komisioner dan Sekretaris Mulai Membaik

Baca juga: Wabup Kutim Rembuk Soal Jembatan, Warga Setuju Tawaran Ganti Rugi

Terkait ancaman RD, dan perlakuan tidak mengenakkan ini, agar nantinya kedua belah pihak dimediasi untuk segera menyelesaikan hubungan asmara yang terbilang rumit ini.

Jadi pelapor (HH) juga masih menunggu orang tuanya, karena sedang berada di luar kota.

"Kami juga nantinya, akan melakukan mengarahkan ke Polsek setempat," tuturnya.

"Agar keduanya di mediasi, tentu nanti menentukan apakah nantinya akan masuk proses hukum atau tidak," tutup Marno Mukti.

(Tribunkaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved