Breaking News:

Manajemen Kelas PJJ pada Masa Pandemi Covid-19

SEJAK pandemi Covid_19 secara global menyebar ke Indonesia sangat berdampak pada semua aspek kehidupan. Semua kegiatan yang sedang dilakukan maupun re

Editor: Tohir
ist
Manajemen Kelas PJJ pada Masa Pandemi Covid-19 

SEJAK pandemi Covid_19 secara global menyebar ke Indonesia sangat berdampak pada semua aspek kehidupan. Semua kegiatan yang sedang dilakukan maupun rencana yang akan di kerjakan gagal dilaksanakan secara tatap muka. Hal ini berdampak terhadap target suatu rencana yang akan dicapai pada tahun 2020. Salah satu dampak yang dirasakan adalah pada aspek pendidikan.

Jutaan siswa dan ribuan mahasiswa di sekolah dan perguruan tinggi mengalami hambatan dalam proses belajar mengajar secara tata muka akibat imbasnya pandemi covid-19 ini. Saat ini, sekolah dan perguruan belum ada yang berani membuka kelas tetap muka (offline) secara resmi pembelajaran secara langsung, sehingga pemerintah melaksanakan pembelajaran melalui daring dan luring. Hal ini dilakukan agar pendidikan tetap berjalan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-udang dasar 1945.

Sebelum pembelajaran melalui daring (Dalam Jaringan) dan luring (Luar Jaringan), orang lebih mengenal istilah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Pendidikan jarak jauh (bahasa Inggris: distance education) adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Pembelajaran elektronik (e_learning) atau pembelajaran daring (online) bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan tehnologi elektronika dan teknologi berbasis internet. Pendidikan jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukakn secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi (Permendikbud, No.109/2013).

Selama ini pendidikan jarak jauh sering dilakukan oleh pendidikan tinggi dalam rangka menjangkau dan melayani peserta pembelajaran yang berada jauh dari tempat lembaganya. Fungsinya memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler (UU Sisdiknas  Pasal 31 ayat (2), sedangkannya tujuannya adalah meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. (PP 17 pasal 118 ayat (1). Pada masa normal, PJJ ini hanya bisa dilaksanakan kegiatannya oleh pendidikan tinggi dengan syarat tertentu, sedangkan pada tingkat sekolah tidak ada aturan yang membolehkannya.

Namun, setelah menyebarnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), semua aktivitas pembelajaran kelas dihentikan, sekolah diliburkan, semua kegiatan dilakukan di rumah (work from home) termasuk kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dilakukanlah pembelajaran daring dan luring. Istilah daring dan luring memiliki sinonim pembelajaran jarak jauh. Oleh karena kondisi pendemi Covid-19 yang mewabah saat ini, maka pembelajaran dilakukan melalui daring dan luring.

Pertemuan langsung di ruang kelas sama halnya proses pembelajaran jarak jauh perlu pengelolaan kelas yang baik. Tujuannya, agar keadaan kondusif untuk mendukung kegiatan pendampingan maupun pembelajaran. Dalam komunikasi jarak jauh, 'kelas' yang dimaksud adalah ruang virtual yang dimanfaatkan, misalnya menggunakan ruang chatting, video pada zoom, skype, WAG.

Dalam mengelola kelas belajar jarak jauh, maka ada tiga langkah yang perlu dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan efesien, yaitu Pengkondisian Kelas, Aktifkan Kelas, dan Umpan Balik.

Pada tahap awal, kelas daring perlu dikondisikan, agar pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa menjadi partisipan aktif, maka yang perlu diperhatikan guru, yaitu; 1) ucapkan salam dan berdoa, 2) menyapa siswa seperti halnya kelas normal, 3) jumlah siswa yang bergabung, 4) media yang digunakan siswa dan kemampuan mreka dalam menggunakan aplikasi, 5) sampaikan topik yang dibahas dengan singkat dan jelas, dan 6) memberikan kesempatan untuk tanya jawab agar menjadi pembelajaran untuk semua partisipan.

Selanjutnya, mengajar jarak jauh berbeda dengan mengajar tatap muka, maka guru perlu mengaktifkan siswa dalam kelas virtual seperti hal kelas tatap muka yang normal. Biasaya, pada saat mengajar jarak jauh, kontrol guru terhadap siswa rendah. Jika pembelajarannya membosankan, siswa bisa saja meninggalkan kelas atau malah bermain-main.

Halaman
12
Tags
Opini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved