Breaking News:

Strategi Inspirasi dari “Sekolah Bintang”

HIKMAH dari pandemic Covid-19 yang telah memberikan batasan ruang dan gerak masyarakat. Meski demikian tidak menyurutkan api semangat terus berkarya.

Editor: Sumarsono
HO
Umi Putri Ibalia, Guru Madarasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Balikpapan 

Sebuah komunitas yang sangat strategis patut dibanggakan, patut diikuti oleh seluruh kepala sekolah, guru,  dan masyarakat, karena sangat menggugah dan menginspirasi. Karya-karya beliau sangat spektakuler seperti Beauty Of Japan, The Etos Of Sakura, Man-ngetsu, Menggali Rasa, Artificial Intelligence,Gambit Raja, dan lain-lain.

Adalah kesempatan emas untuk dibaca, dimiliki, juga bahan penambahan koleksi di perpustakaan sekolah. Cita-citanya sangat sederhana menginginkan kebermanfaatan semaksimal mungkin untuk Negeri ini membangun anak bangsa menjadi peradaban gemilang.

Dia tidak pernah lelah mendidik, membimbing, mengarahkan kepala sekolah maupun guru  menjadi pribadi yang sukses, hebat dan produktif dalam  memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan.

Dia sangat welcome tanpa memilah-milah status ataupun jabatan. Sangat senang dengan orang-orang yang selalu ingin belajar punya semangat tanpa batas.

Etos kerja yang beliau tanamkan adalah etos kerja Negara Sakura.Sebuah etos kerja yang sangat terukur. Kecepatan mengalahkan kesempurnaan. Memang tidak mudah memahami injeksi spirit dan inovasi dari dinamika Robandia kecuali ada tiga pilihan.

Tidak paham, tertinggal, atau mengikuti. Yang tidak paham akan selalu curiga, yang tertinggal akan selalu menabur ribuan alasan, dan yang dapat menyesuaikan dengan kecepatan akan selalu mereposisi diri dengan rasa syukur untuk terus berkarya.

Kalimat ini selalu dia sampaikan dalam setiap pertemuan kajian Spesial Jumat malam (KSJM). Untuk recharging  para pemimpin sekolah, guru, dan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan waktu. Jadilah kebermanfaatn.

Ketika dunia ini kita tinggalkan  maka apa yang kita buat dalam sebuah karya ide-ide cemerlang akan bermanfaat untuk orang banyak. Ini adalah suatu nilai ibadah yang sangat  besar sebagai amal jariah, hasil dari sebuah Literasi kehidupan menghasilkan sebuah karya yang di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Banyak orang yang sukses dengan berbagai pengalaman namun, banyak juga yang tidak pandai menuangkan pengalamannya dalam sebuah tulisan.

Bukan karena tidak mampu, akan tetapi karena tidak mencoba, tidak ingin berlatih, aras-arasan sehingga kesuksesannya akan tenggelam tanpa meninggalkan karya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved