Breaking News:

Strategi Inspirasi dari “Sekolah Bintang”

HIKMAH dari pandemic Covid-19 yang telah memberikan batasan ruang dan gerak masyarakat. Meski demikian tidak menyurutkan api semangat terus berkarya.

Editor: Sumarsono
HO
Umi Putri Ibalia, Guru Madarasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Balikpapan 

Disampaikan oleh Prof. Iman Robandi, tdak ada Negara yang paling sukses, maju, baik karakter dan etos kerjanya  kecuali Jepang. Di Indonesia, dari sekian banyak instansi sekolah dari Sabang sampai Marauke, ada satu sekolah sangat menginspirasi .

Sebuah sekolah yang berada di pedesaan, bukan sekolah favorit apalagi segala kemampanan finansial, namun sebuah sekolah kecil, para siswa yang diterima  banyak dari keluarga tidak mampu. Nilai ujian di bawah standar, dan tingkat kenakalan para siswa adalah di atas rata-rata.

Jumlah siswa hanya 200 orang, luas gedung 200 meter persegi. Saat ini sudah menjadi “Sekolah Bintang” dari lantai satu menjadi lantai tujuh dengan luas lahan 40.000 meter persegi, dan jumlah Siswa 2600 orang.

Catatan perjalanan spektakuler ini menjadi sekolah besar Go Internasional menghasilkan karya-karya besar kemudian diramu dalam tulisaan “Membangun Peradaban Gemilang” di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah bernama Pahri dan guru  bernama Munali.

Sebelum sekolah ini dibangun Prof Imam dibawa ke Negeri Sakura agar terinspirasi melahirkan perubahan besar.  Sekolah  ini berada di pedesaan jauh dari pusat kota Malang yaitu SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

Setelah dibangun, ketika berada di sekolah ini terasa seperti sedang berada di Negara Sakura, yang tidak satupun dimiliki oleh sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah ini dirancang dan dibangun sungguh-sungguh untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan bangga bagi peserta didik, orangtua maupun asyarakat “Center Of  Excellent”.

Langkah awal yang dilakukan pemimpin sekolah SMK Muhammadiyah Gondanglegi dalam mengejar ketertinggalan, pertama, meluruskan kiblat sekolah yaitu visi misi  dan tujuan.

Kedua, membangun mindset positif guru dan karyawan, agar menjadi sosok Guru petarung dalam bersikap dan bertindak. Punya mental kuat dan gigih.

Ketiga, membangun budaya etos kerja disiplin dan bekerja keras. Diadakan Morning Spiritual Gathering, sehingga  sebelum siswa datang, guru sudah bersiap mengajar, dan guru diberi rapor kinerja, progresnya setiap hari bulan, semester dan akhir tahun  direkap. 

Keempat, melakukan inovasi, kreativitas agar melahirkan terobosan-terobosan baru terus menerus sepanjang tahun. Kelima, Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Keenam, memberikan pelayanan prima kepada siswa, orangtua siswa, dan masyarakat, serta  membiasakan para uru, karyawan untuk selalu ramah kepada siapapun,  cepat tanggap, respon, penuh kekeluargaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved