Virus Corona

Warga Asing Tinggalkan Arab Saudi, Perbatasan Ditutup, Awak Kabin tak Boleh Tinggalkan Pesawat

Sejumlah pintu perbatasan kerajaan dilaporkan ditutup. Sementara kebijakan ketat diberlakukan kepada awak kabin pesawat.

imperial.ac.uk
Ilustrasi pandemi virus Corona 

TRIBUNKALTIM.CO- Arab Saudi memberlakukan peraturan ketat pasca ditemukannya varian baru virus Corona di Inggris.

Sejumlah pintu perbatasan kerajaan dilaporkan ditutup.

Sementara kebijakan ketat diberlakukan kepada awak kabin pesawat.

Maskapai penerbangan internasional dapat menerbangkan orang asing keluar dari Arab Saudi, menurut surat edaran dari Otoritas Umum untuk Penerbangan Sipil (GACA).

Kementerian Dalam Negeri minggu lalu mengumumkan bahwa perbatasan Kerajaan akan ditutup setelah ditemukannya varian baru COVID-19 di Inggris.

Penemuan itu menimbulkan kekhawatiran besar di antara para pejabat, mendorong pihak berwenang untuk mengeluarkan perintah yang menutup perbatasan darat dan laut dan menangguhkan penerbangan komersial selama seminggu.

Baca juga: Resmi, Indonesia Lockdown dari WNA, Tiru Jepang Antisipasi Virus Corona Jenis Baru, Catat Jadwalnya

Baca juga: Kasus Corona Melonjak, Ruang ICU Covid di Semua RS Balikpapan Penuh, Rencana Siapkan Tenda Darurat

Baca juga: Menkes Bentuk Tim Khusus, Pelajari Varian Baru Virus Corona

Menurut surat edaran GACA, maskapai penerbangan diizinkan untuk mendarat di Kerajaan dan berangkat dengan pelancong non-Saudi sambil mempertimbangkan tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Awak kabin tidak diizinkan meninggalkan pesawat atau melakukan kontak fisik dengan awak darat dan operasi saat tiba di salah satu bandara internasional Kerajaan.

Agen perjalanan mengatakan kepada Arab News bahwa orang asing setelah mendengar berita itu mulai memesan penerbangan yang berangkat dari 29 Desember.

Varian baru ini pertama kali terdeteksi di Inggris dan memicu pembatasan perjalanan global beberapa hari setelah penemuannya.

Kasus varian baru telah dilaporkan di negara-negara Eropa termasuk Prancis, Swedia dan Spanyol. Itu juga telah terdeteksi di Afrika Selatan, Yordania, Kanada dan Jepang Petunjuk GACA tidak berlaku untuk negara tempat strain mutasi baru terdeteksi.

Baca juga: Akhirnya Haikal Hassan Akui Tak Bisa Jawab Pertanyaan Penyidik, Bukti Mimpi Bertemu Nabi Muhammad

Baca juga: Terbongkar Reaksi Keluarga Wijin Setelah Beredarnya Video 19 Detik Mirip Gisel

Tiga Varian Baru Virus Corona

Tiga varian baru virus corona (Covid-19) telah terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan peningkatan kewaspadaan di seluruh dunia. Sebab, varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris dapat 70% lebih mudah menular. Namun, sejauh ini tidak ada varian virus corona yang ditemukan berakibat lebih fatal.

Varian baru virus corona pertama kali dilaporkan di Inggris Raya pada 14 Desember 2020. Dinamakan VUI-202012/01 (varian pertama yang sedang diselidiki pada Desember 2020), diperkirakan pertama kali muncul pada pertengahan September 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved