Breaking News:

Rocky Gerung Ungkap Sesuatu yang Harus Dilarang dari FPI, Bukan Malah Dibubarkan Pemerintah Jokowi

Rocky Gerung ungkap sesuatu yang harus dilarang dari FPI, bukan malah dibubarkan Pemerintah Jokowi

channel YouTube Najwa Shihab
Rocky Gerung di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (20/10/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah resmi melarang segala aktivitas yang membawa nama Ormas Front Pembela Islam ( FPI).

Pengamat politik Rocky Gerung pun menyorot langkah pelarangan ormas yang dipimpin Habib Rizieq Shihab.

Diketahui, pelarangan aktivitas FPI disampaikan langsung Menkopolhukam Mahfud MD.

Rocky Gerung pun menyayangkan langkah pembubaran FPI oleh Pemerintah Jokowi.

Pemerintah resmi menghentikan segala kegiatan yang berkaitan dengan Front Pembela Islam (FPI).

Hal ini tertuang pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan, Penggunaaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI yang diteken bersama 6 pejabat lainnya.

Baca juga: Resmi, Kemendikbud Beri 2 Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh, Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Batal?

Baca juga: Lengkap, Daftar Hari Libur Nasional & Cuti Bersama 2021, Total Ada 23 Libur, Nasib Cuti Idul Fitri?

Baca juga: Sorot Tewasnya 6 Laskar FPI, Amien Rais Tak Berharap Jokowi, Bagi Kita Syuhada, Bagi Mereka Teroris

Baca juga: Update Liga Italia, Napoli Terpojok, AC Milan Bajak 2 Pemain Gattuso Sekaligus, Wakil Ibra & Kjaer

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD menegaskan sikap pemerintah menolak adanya FPI.

"Kalau ada sebuah organisasi mengatasnamakan FPI, dianggap tidak ada dan harus ditolak, terhitung hari ini," tegasnya pada konferensi pers di siaran langsung Youtube Kompas TV, Rabu (30/12/2020).

Keputusan pemerintah ini sontak menuai beberapa tanggapan dari pengamat hingga politikus, yakni Rocky Gerung, Fadli Zon hingga Fahri Hamzah.

1. Tanggapan Rocky Gerung

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved