Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Temuan Cabai Rawit Dicat di Banyumas, Pemkot Malang Cek dan Pantau Seluruh Pasar

Saat ini pelaku petani yang mengecat cabai rawit tersebut telah ditangkap dan diamankan oleh Polres Temanggung.

TRIBUNKALTIM.CO - Harga cabai rawit yang mahal membuat oknum petani gelap mata melakukan kecurangan.

Modusnya dengan cara mengecat merah cabai rawit miliknya.

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banyumas menemukan cabai rawit yang dicat merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Selasa (29/12/2020).

Saat ini pelaku petani yang mengecat cabai rawit tersebut telah ditangkap dan diamankan oleh Polres Temanggung.

Mendengar adanya kabar cabai rawit dicat tersebut, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopindag) Kota Malang langsung melakukan pemantauan dan pengecekan di seluruh pasar di Kota Malang.

"Kalau dari pantauan kami, hingga saat ini tidak ada hal tersebut (cabai rawit dicat) di Kota Malang. Masih aman, tidak ada indikasi seperti itu," ujar Kepala Diskopindag, Wahyu Setianto melalui Kasi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari kepada TribunJatim.com, Jumat (1/1/2021).

Ia menjelaskan memang harga cabai rawit di Kota Malang masih tinggi, berkisar Rp 50 ribu per kilogram.

Faktor cuaca menjadi penyebab utama dari mahalnya bumbu dapur tersebut.

"Saat ini kan musim hujan, yang menyebabkan panennya terkendala, sehingga membuat harga cabai tinggi di pasaran," tambahnya.

Ia menerangkan pemantauan dilakukan secara rutin, dengan menurunkan petugas yang langsung terjun di lapangan mengecek barang maupun harga.

Halaman
12
Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved