Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Kirim Agen CIA ke Indonesia, Permintaan Bush Ekstradisi Ba’asyir ke Guantanamo Ditolak Megawati

Kirim agen CIA ke Indonesia, permintaan Bush ekstradisi Ba’asyir ke Guantanamo ditolak Megawati

Dokumen Ditjen Pemasyarakatan
Abu Bakar Ba'asyir bebas dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada kisah menarik di balik bebasnya Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Kisah itu sendiri terjadi pada 2004 lalu yang melibatkan Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Bahkan, Presiden AS kala itu, George Walker Bush mengirimkan perwakilannya untuk dapat bertemu dengan Presiden RI saat itu, yakni Megawati Soekarnoputri.

Tak tanggung-tanggung, Bush mengirimkan agen khusus untuk dapat menyampaikan permintaan dari Amerika Serikat.

Namun, tak disangka, permintaan itu ditolak oleh Megawati yang membuat agen khsusus tersebut terkejut.

Permintaan itu tak lain agar Abu Bakar Ba’asyir diekstradisi untuk ditahan di penjara khusus Guantanamo.

Baca juga: Menkopolhukam Sebut Anak Abu Bakar Ba’asyir Ikut Menolak ISIS

Baca juga: Hasil Investigasi Komnas HAM, Terjadi Pelanggaran HAM atas Tewasnya Laskar FPI, Temukan Ribuan Video

Baca juga: Blusukan Mensos Dituding Rekayasa, Risma Sebut Tak Kenal Para Pemulung, Begini Pengakuan Kastubi

Dilansir dari pemberitaan Tempo pada 30 Desember 2004, Presiden AS saat itu, George Walker Bush menginginkan amir Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) itu dipenjarakan di Guantanamo.

Hal itu disampaikan mantan penerjemah Bush, Fred Burks.

Bahkan Bush mengirim utusan khusus untuk menyampaikan keinginannya kepada Presiden RI saat itu, yakni Megawati Soekarnoputri.

Tak tanggung-tanggung, utusan khusus yang dikirim Bush ialah seorang agen badan intelijen AS ( CIA).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved