Breaking News:

Integrasikan Nilai-nilai Agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tugas konstitusional Pemerintah dan Negara Republik Indonesia.

HO
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian 

Seyogyanya, hal tersebut tidak hanya sekadar disebutkan sebagai formalitas, namun disertai dengan langkah-langkah konkrit, program- program strategis, yang tentunya nanti diikuti dengan penganggaran yang memadai.

Kemendikbud sebaiknya turut melibatkan secara aktif para tokoh agama dalam pembuataan naskah peta jalan ini.

Diskusi berkala dan mendalam harus dilakukan, karena mereka yang paling paham bagaimana cara yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur tersebut kepada umat penganutnya masing-masing.

Pendapat mereka tidak kalah pentingnya dari lembaga-lembaga penelitian, praktisi pendidikan, pihak swasta, maupun konsultan-konsultan kelas dunia yang ikut urun rembuk dalam penyusunan peta jalan pendidikan ini.

Dalam RDPU kemarin, saya mendapatkan masukan yang saya rasa sangat baik dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, yang meminta Kemendikbud memasukkan komponen Rumah Ibadah dalam pembangunan pendidikan Indonesia, disamping keluarga dan sekolah.

Hal ini sangat sejalan dengan pernyataan Mas Nadiem di awal masa jabatannya, dimana pembangunan pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya dari sekolah, namun juga keluarga dan masyarakat.

Rumah ibadah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai masyarakat, terutama di daerah rural dan sub-urban.

Tidak hanya di agama Konghuchu, namun di agama-agama lainpun saya kira demikian. Di Sumatra Barat misalnya, sejak dulu, surau berperan besar dalam mendidik generasi muda Minangkabau.

Tidak hanya sebagai tempat shalat dan mengaji, di surau mereka juga dapat belajar berbagai macam ilmu, seperti bela diri, etika bersosialisasi, dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Karena perannya yang sangat strategis, sudah sewajarnya negara menggandeng mereka dalam pembangunan pribadi-pribadi yang paripurna.

Saya memiliki optimisme yang besar bahwa penyusunan Peta Jalan Pendidikan Nasional ini merupakan sebuah langkah yang signifikan dalam proses pembenahan dunia pendidikan kita.

Saya harap, peta jalan ini dapat mengantarkan kita menjadi bangsa yang unggul, tidak hanya secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga dalam akhlak, adab, dan etika. (*)

Salam Hetifah...

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved