Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Listrik Indonesia Berlimpah, Tapi Demi Kalbar Harus Impor dari Malaysia, PLN Terikat Perjanjian Ini

Terlebih konsumsi selama panemik Covid-19 menurun. Tetapi, ternyata Indonesia masih harus mengimpornya dari Malaysia.

KOMPAS.COM
Ilustrasi jaringan listrik PT PLN (Persero) di Indonesia.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia memiliki pasokan listrik yang berlebih pada tahun 2020. Terlebih konsumsi selama panemik Covid-19 menurun. Tetapi, ternyata Indonesia masih harus mengimpornya dari Malaysia.

Dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com, Kamis (14/1/2021), lebihnya pasokan listrik Indonesia tersebut terefleksikan dengan membengkaknya cadangan listrik dibandingkan kapasitas beban puncak pembangkit listrik atau reserve margin menjadi 30,10 persen dari target 25 persen pada 2020.

Akan tetapi, meski mengalami kelebihan pasokan, data menunjukkan bahwa pada tahun lalu Indonesia masih mengimpor 100-120 mega watt (MW) listrik dari Malaysia. Apa yang sebenarnya terjadi?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, realisasi tersebut setara dengan 100 persen target yang telah dipatok pemerintah. Dia menjelaskan, impor tersebut merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah dengan Negeri Jiran, yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) dengan Sarawak Energy atau SESCO.

“Hal ini dilakukan melalui kerja sama secara bilateral,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1/2021).

Rida menyebutkan, listrik impor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan Kalimantan Barat.

Sampai Kapan?

Dalam perjanjian kerja sama Power Exchange Agreement (PEA) yang diteken pada 2016, Indonesia sepakat untuk mengimpor terlebih dahulu listrik dari Negeri Jiran selama 5 tahun. Sedangkan untuk 5 tahun berikutnya, PLN memungkinkan untuk menjual listrik ke Malaysia.

Logo PT PLN (Persero)
Logo PT PLN (Persero) (Twitter @_pln_id)

"Kita akan membalikkan situasi, mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama," ucap Rida.

Dilansir dari Kontan.co.id, Kalbar masih membutuhkan pasokan listrik yang diimpor dari Serawak, Malaysia lantaran infrastuktur ketenagalistrikan yang ada di sana belum mampu menutupi kebutuhan listrik saat memasuki beban puncak.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved