Breaking News:

Suntik Vaksin Sinovac di Samarinda

Pasca Suntik Vaksin Sinovac di Samarinda, Dinkes Sampaikan Hasil Monitoring Semuanya Aman

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menyampaikan hasil monitoring, pasca dilakukan penyuntikan vaksin sinovac di rumah Jabatan Walikota Samarinda,

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
dr Osa Rafshodia Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dijumpai di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Kamis (14/1/2021). Dia menegaskan semuanya aman sesuai hasil monitoring pasca dilakukan penyuntikan vaksin sinovac di lingkup Pemkot Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menyampaikan hasil monitoring, pasca dilakukan penyuntikan vaksin sinovac di rumah Jabatan Walikota Samarinda, Kamis (14/1/2021).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr Osa Rafshodia ia menyatakan bahwa semuanya aman.

"Semua yang melakukan vakasinasi pada hari ini (kemarin) tidak ada keluhan apapun termasuk demam, batuk, pilek, nyeri, semuanya aman," ucapnya saat diwawancarai awak media usai kegiatan vaksinasi.

Baca juga: Gempa Bumi Turut Dirasakan Warga di Kota Balikpapan, Sumber Berasal dari Majene Sulawesi Barat

Baca juga: Kronologi Pria di Samarinda Ditemukan Tewas Tergantung, Tinggalkan Pesan pada Dinding Kamar

Baca juga: Besok PPKM Berlaku di Balikpapan, Catat 13 Poin Penting yang Wajib Diperhatikan

Dibeberkannya, dari 20 nama yang tercatat sebagai calon penerima vaksin, tidak semuanya lolos skrining, karena ada tekanan darah tinggi sehingga tidak bisa divaksin.

"Sebenarnya yang hari ini divaksin tidaklah genap 20 orang hanya 17 orang," tuturnya.

Namun ia tidak menyampaikan siapa saja orang-orang tersebut.

Saat disinggung, apakah ada pembentukan tim khusus, semisal nantinya para penerima vaksin terdapat keluhan - keluhan gejala di hari mendatang.

Dia mengemukakan, semuanya terintegrasi dengan pelayanan yang ada, tetapi Pemkot Samarinda memang membukan hotline tentang vaksinasi lewat nomor 112.

Lalu nantinya 112 yang akan mengarahkan, ke seperti sistem kesehatan yang sudah ada sekarang.

Baca juga: Wakapolda Kaltara Brigjen Erwin Zadma Siap Divaksin Sinovac, Bantu Pemerintah Melawan Covid-19

Baca juga: 2 Jam Setelah Disuntik Vaksin Sinovac, Jokowi Merasakan Sesuatu di Bagian Tubuhnya

Baca juga: Tak Ikut Disuntik Bareng Jokowi, Erick Thohir Buka-bukaan di Mata Najwa Soal Vaksin Sinovac

"Misal dia BPJS, maka ke Puskesmas, klinik swasta, kalau di sana tidak tertangani maka dirujuk ke rumah sakit. Jadi tidak ada jalur khusus vaksinasi, semuanya terintegrasi dengan layanan yang sudah ada," katanya.

Halaman
12
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved