Breaking News:

Info BMKG

BMKG Berau Sebut Puncak La Nina di Januari Hingga Awal Februari, Warga Kaltim Diminta Selalu Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Kabupaten Berau, memprediksi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
PRAKIRAAN CUACA - Kepala BMKG Berau Tekad saat menunjukkan prakiraan cuaca pada, Senin (18/1/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kabupaten Berau ( BMKG Berau ), memprediksi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Timur termasuk Kabupaten Berau, saat ini telah memasuki puncak dampak La Nina. 

TRIBUNKALTIM, TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kabupaten Berau ( BMKG Berau ), memprediksi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Timur termasuk Kabupaten Berau, saat ini telah memasuki puncak dampak La Nina.

Kepala BMKG Berau Tekad menyebutkan hal itu sesuai prediksi dari BMKG sejak tiga bulan yang lalu bahwa puncak La Nina terjadi pada bulan Januari dan awal bulan Februari 2021.

Sehingga masyarakat diminta agar selalu waspada dengan curah hujan tinggi yang disertai gelombang tinggi terutama masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca.

Jadi bulan Januari ini adalah puncak badai La Nina seperti yang kami prediksi tiga bulan yang lalu.

Baca juga: Peringatan BMKG, Warga Pesisir Sulbar Diminta Waspada, Potensi Gempa Susulan, Ada Pesan Doni Monardo

Baca juga: Waspada Dampak Cuaca Ekstrem di Berau, BPBD Prediksi Puncaknya di Bulan Januari 2021

Baca juga: INFO BMKG Prakiraan Cuaca Senin 18 Januari 2021, Bandung Cerah Berawan dan Samarinda Hujan Ringan

"Kami selalu ingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap badai La Nina," Jelas kepala BMKG Berau Tekad saat ditemui di kantornya, Jl Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (18/1/2021).

"Badai La Nina itu ditandai dengan curah hujan yang sanga tinggi, kemudian adanya pertumbuhan awan kumulonimbus yang juga berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi dan angin kencang serta gelombang tinggi," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut Tekad meminta masyarakat terutama yang bekerja sebagai nelayan dan pengguna transportasi laut seperti speed boat dengan tujuan Maratua atau Derawan agar selalu waspada.

"Kami mohon agar bersabar dengan kondisi ini untuk selalu berhati-hati. Kondisi ini juga mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan daripada pesawat terbang," tuturnya.

Untuk kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi sendiri, Tekad mengingatkan agar pemangku jabatan seperti BPBD juga selalu waspada dan siaga dengan adanya bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Untuk bencana hidrometeorologi yaitu banjir dan tanah longsor ini mohon waspada khususnya wilayah Berau ini adalah tanahnya lahan gambut.

Baca juga: Banjir di Sembakung Nunukan, Distribusi Logistik Terhambat, Relawan Pinjam Perahu Susuri 8 Desa

Baca juga: DPRD Paser Minta Pemkab Salurkan Bantuan Secepatnya untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan

Baca juga: Penanganan Banjir Masih Jadi Prioritas, Dinas PU Balikpapan Anggarkan Rp 49 Miliar

Halaman
1234
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved