Breaking News:

Pemuda Tenggelam di Sungai Mahakam

Anak Lelaki Satu-Satunya, Ayah Fayed Pasrah Tahu Anaknya Jadi Korban Ganasnya Sungai Mahakam

Kesedihan terpancar dari wajah Dedi Hariadi (46), ayah korban tenggelam Muhammad Al Fayed.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Keluarga Muhammad Al Fayed (19), warga Jalan Budiman, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, yang dinyatakan menghilang Senin (18/1/2021) malam, berdatangan di markas Sat Polair Polresta Samarinda dan larut dalam kesedihan ketika mengetahui korban tenggelam dari kesaksian empat orang temannya.TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kesedihan terpancar dari wajah Dedi Hariadi (46), ayah korban tenggelam Muhammad Al Fayed.

Pria berperawakan tegap dan tinggi ini berkali-kali menerima telpon dari sanak saudaranya, rekannya dan kerabat yang menanyakan keadaan anaknya.

Fayed, panggilan akrab sang anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara ini hilang setelah tak sanggup menahan arus yang menerjang tubuhnya saat mencoba berenang tepat di bawah Jembatan Mahakam.

Baca juga: Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Amblas, Gubernur Kaltim Isran Noor: Rumah Warga Kena Ganti Untung

Baca juga: Walikota Balikpapan tak Izinkan Galang Dana Korban Bencana di Simpang Lampu Merah, Bakal Ditertibkan

Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Warga Sepinggan Balikpapan Ditemukan Meninggal, Diduga Terpapar Covid-19

"Satu-satunya anak laki-laki di keluarga, anak kedua saya," ucapnya, Selasa (19/1/2021) dini hari saat ditemui reporter TribunKaltim.Co.

Berkali-kali pula ia menyambut Paman, Bibi, sepupu, dan sanak saudara yang datang ke Markas Sat Polair Polresta Samarinda, di Dermaga Sungai Kunjang, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Sanak saudara yang datang, tak sedikit yang langsung menangis mendengar cerita sang ayah dan ibu Fayed.

Baca juga: Cerita Warga Samarinda Antusias Ikut Galang Dana untuk Banjir Kalsel, Ungkap saat Haul Guru Sekumpul

Baca juga: Gelar Pesta di Kolam Renang, Puluhan Remaja Balikpapan Langgar Prokes, Kena Denda Rp 1 Juta

Dedi Hariadi tak tahu persis kapan ia terakhir kali melihat sang anak, yang dia ingat saat siang hari, pada Senin (18/1/2021) kemarin Fayed sempat pulang, setelah itu pergi lagi.

Ia tak berpamitan, langsung menghilang.

Hingga sore hari ada salah satu temannya datang memberi kabar bahwa Fayed tenggelam di perairan Sungai Mahakam.

"Tinggal di Karang Asam, yang memberi tahu pertama temannya anak (petang), kalau Fayed, anak saya tenggelam saat berenang. Saya kaget hingga lemas, nggak tau sudah pakai baju langsung ajak istri ke Harapan Baru, karena informasi temannya ke sana. Barulah ke sini (Markas Sat Polairud Polresta Samarinda)," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Berenang dan Terseret Arus di Sungai Mahakam, Pemuda di Samarinda Menghilang 

Baca juga: Basarnas Samarinda Lakukan Pencarian Pagi Ini di Sungai Mahakam, Dirikan Posko di Teluk Lerong

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved