MotoGP

Karir Pol Espargaro, Dikecewakan Bos Yamaha hingga jadi Partner Marc Marquez di MotoGP 2021

Pol Espargaro diketahui bergabung tim Repsol Honda usai berpisah dari setelah tidak memperpanjang kontrak bersama Red Bull KTM

Editor: Adhinata Kusuma
KOLASE TWITTER.COM_MOTOGP/MOTOGP.COM
Pembalap MotoGP Pol Espargaro. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pembalap MotoGP Pol Espargaro berlabuh di Repsol Honda usai tak memperpanjang kontrak bersama Red Bull KTM di MotoGP 2021.

Pol Espargaro diketahui naik ke kelas tertinggi Moto GP pada tahun 2014.

Kala itu Pol Espargaro direkrut tim Yamaha Tech3 usai sukses menjadi juara di kelas Moto2 satu musim sebelumnya.

Pengalaman di-PHP atau harapan palsu Bos Yamaha membuat Pol Espargaro kecewa.

Kini di musim MotoGP 2021 Pol Espargaro sudah direkrut Repsol Honda.

Pol Espargaro langsung menetapkan target tertinggi bersama Respol Honda.

BACA JUGA: Jadwal MotoGP 2021: Petronas Yamaha SRT Ingin Rossi Bersenang-Senang, Morbidelli Kejar Juara Dunia

BACA JUGA: Jadwal MotoGp 2021, Honda Kudu Lapang Dada Lupakan Marc Marquez, Sosok Gaek Ini Gantikan di Pramusim

BACA JUGA: Berita Terbaru MotoGP, Jadwal MotoGP 2021, Seri Pertama di Qatar hingga Kondisi Terkini Marc Marquez

Pol Espargaro ingin meraih gelar juara dunia MotoGP.

Pol Espargaro diketahui bergabung tim Repsol Honda usai berpisah dari setelah tidak memperpanjang kontrak bersama Red Bull KTM.

Perpisahan dengan tim pabrikan asal Austria itu diakui Espargaro karena memiliki motivasi besar dengan Repsol Honda.

"Ini adalah tempat yang diinginkan semua pebalap untuk sukses dan di mana semua pembalap ingin menyelesaikannya," kata Espargaro, dilansir BolaSport.com dari Motosan.es.

"Saat saya berlaga di kelas 125cc, Moto2 atau bahkan MotoGP, saya melihat motor ini di podium, hampir selalu."

"Melihat warna-warna ini bersama dengan nomor Anda adalah sesuatu yang luar biasa. Perasaan yang unik," ujar Espargaro.

Selain itu, dia juga senang bisa menjadi rekan Marc Marquez yang pernah memegang status juara bertahan MotoGP.

Dia pun berharap pencapaian Marquez bisa menular kepada dirinya yang ingin meraih hasil bagus pada musim ini dengan menyabet gelar juara dunia.

"Untuk musim 2021, saya menetapkan tujuan tertinggi untuk diri saya sendiri. Motor ini tidak terbiasa berada di luar podium. Dengan Marc di puncak, ia memenangkan kejuaraan, balapan, segalanya," ujar pembalap asal Spanyol tersebut.

"Pada level individu, jelas kemenangan, podium dan mengapa tidak, gelar dunia. Di level grup, kerja tim dan kemampuan untuk meningkatkan motor."

"Saya juga berharap dapat berkontribusi untuk terus menang dan mempertahankan DNA kemenangannya , yang telah membawa merek ini memenangkan hampir semua gelar dunia dalam 20 tahun terakhir," ucap dia lagi.

Selain ungkap targetnya, Pol Espargaro rupanya juga membeberkan pengalamannya tatkala di-PHP alias diberi harapan palsu dari Managing Director Yamaha, Lin Jarvis.

Pol Espargaro sempat digadang-gadang menjadi satu nama yang pantas untuk menggantikan posisi Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha pada awal kedatangannya di kelas utama.

Untuk pertama kalinya, Pol Espargaro naik ke kelas tertinggi pada tahun 2014 bersama tim Yamaha Tech3 setelah menjadi juara di kelas Moto2 satu musim sebelumnya.

Bersama Yamaha Tech3, Pol Espargaro mengakhiri musim perdananya tersebut dengan bertengger di peringkat keenam klasemen akhir pembalap MotoGP.

Torehan itu membuat pembalap asal Spanyol tersebut dilirik oleh Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha yang galau terkait dengan masa depan Valentino Rossi.

Kala itu, Valentino Rossi masih menimbang-nimbang keputusan untuk gantung helm alias pensiun, membuat tim berlogo garpu tala tersebut sudah harus mempunyai opsi lain.

Tak ayal, kondisi tersebut membuat Pol Espargaro mengaku sempat dijanjikan oleh Lin Jarvis untuk masuk ke tim pabrikan dan menggantikan Valentino Rossi.

Menurut penuturan pembalap berusia 29 tahun itu, Yamaha sangat membutuhkan sentuhannya karena dia dipandang sebagai salah satu rider muda potensial.

Baca Juga: Andrea Dovizioso Merasa Kecewa Tidak Dapat Motor Kompetitif jika Kembali Membalap

"Lin Jarvis mengatakan kepada saya untuk bersabar karena Valentino Rossi akan pensiun dan Yamaha membutuhkan seorang rider muda, pemuda itu adalah saya," kata Pol Espargaro.

Rasa kecewa Pol Espargaro semakin terlihat setelah dirinya merasa diberi harapan palsu oleh Lin Jarvis, yang akhirnya terang-terangan membantah hal tersebut.

"Kemudian sayangnya Lin Jarvis telah membantah jika dia mengatakannya, tentu hal itu mengecewakan saya," imbuhnya, dilansir BolaSport.com dari Motosan.

Lebih jauh lagi, Pol Espargaro juga mengaku bahwa Lin Jarvis dan Yamaha telah menyiapkan kontraknya untuk memperkuat tim pabrikan dan menggantikan Valentino Rossi.

"Itu adalah sebuah peluang, kontraknya sudah berada di atas meja, tetapi saat itu Lin Jarvis telah membantahnya dan menelepon saya," kata Pol Espargaro lagi.

Hal itulah yang membuat adik kandung pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, itu tidak berpikir dua kali untuk menerima pinangan Red Bull KTM yang menjadi tim baru di kelas MotoGP.

"Target saya adalah bersaing di baris depan dan KTM kala itu menjalani debutnya pada ajang MotoGP," tutur Pol Espargaro menjelaskan.

"Mereka adalah satu-satunya tim yang menawarkan kepada saya sebuah motor spek pabrikan, empat tahun kemudian saya bisa bilang pilihan saya tidak salah," imbuhnya.

( TribunKaltim.co )

Artikel ini telah terbit di Bolasport.com dengan judul Pol Espargaro Incar Gelar Juara Dunia MotoGP 2021 bersama Honda dan Kecewanya Pol Espargaro, di-PHP Soal Valentino Rossi oleh Bos Yamaha.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved