Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Target Penerimaan Bea Masuk dan Keluar DJBC Kalimantan Bagian Timur Tahun 2020 Sebesar 107 Persen

Target penerimaan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur atau DJBC Kalbagtim pada 2020 melebihi target yang ditetapkan

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
JUMPA PERS - Media Gathering DJBC Kalbagtim secara daring diikuti TribunKaltim.co di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Target penerimaan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur atau DJBC Kalbagtim pada 2020 melebihi target yang ditetapkan.

Menurut Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Dwi Agus Prasodjo dalam Media Gathering secara daring, Kamis (21/1/2021) untuk target penerimaan bea masuk dan keluar, memang menyentuh angka 107 persen.

Namun angka itu, tetap jauh lebih kecil dibanding penerimaan tahun 2019.

Tahun 2020, DJBC Kalbagtim menghimpun sebesar Rp 564,3 miliar, lebih kecil dibanding 2019 sebesar Rp 606 miliar.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin di Balikpapan Bertambah, Pemerintah Fokus Penanganan Covid-19

Baca juga: Potensi Ekspor Non Migas di Kalimantan Timur, Mulai dari Olahan Sawit Hingga Lidi Nipah

Baca juga: Semua Zona di Kalimantan Timur Sudah Merah, Gubernur Isran Noor: Covid-19 Lebih Canggih Teknologinya

"Tingkat pencapaian kita 107 persen. Memang ada penurunan dari tahun 2019, tapi tidak terlalu jauh signifikan," ujar Dwi Agus.

"Apalagi pada prinsipnya itu adalah dua penyesuaian yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Terkait retribusi penerimaan yang dibebankan ke DJBC Kalbagtim," sambungnya.

Meski diterpa pandemi Corona atau covid-19, diakuianya memang sedikit mempengaruhi kinerja. Dimana banyak karyawan yang mesti work from home (WFH).

Namun menariknya, di tahun 2020 tercatat penambahan 6 perusahaan tempat penimbunan berikat.

Baca juga: Empat Dokter di Rumah Sakit Balikpapan Terpapar Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 di Bontang, Tambahan 31 Kasus dan Satu Pasien Meninggal Dunia

Baca juga: Penduduk Miskin di Kota Balikpapan Kaltim Naik, Pendapatan Warga Berpenghasilan Rendah Berkurang

"Tahun 2020 tercatat penambahan 6 perusahaan tempat penimbunan berikat. 3 diantaranya pusat logistik berikat," jelasnya.

Perusahaan yang mengajukan untuk penambahan atau peningkatan fasilitas bertambah.

Baca juga: Langgar Jam Malam, Enam Usaha Ditutup Selama PPKM di Balikpapan

Baca juga: Walikota Balikpapan Rizal Effendi Pertimbangkan Refocusing Anggaran 2021, Ini Alasannya

Baca juga: Warga Balikpapan Keluhkan PPKM, Walikota Rizal Effendi Tegaskan Tidak Seketat Jawa-Bali

Baca juga: UMKM di Balikpapan Cemas karena Omzet Turun di Tengah Pandemi Covid-19, Tuding Ada Penerapan PPKM 

Lebih-lebih di fasilitas sektor migas. Tercatat ada 348 fasilitas industri hulu migas.

Halaman
123
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved