Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Bea Cukai Kalbagtim Inginkan CPO dan Kayu Veneer Jadi Penyokong Penerimaan Tahun 2021

Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) belum memiliki target pasti terkait penerimaan bea masuk dan bea keluar.

HUMASPROV KALTIM
Tandan buah sawit hasil panen dari perkebunan kelapa sawit di Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) belum memiliki target pasti terkait penerimaan bea masuk dan bea keluar 2021.

Diketahui, selama satu tahun 2020 kemarin realisasi bea masuk, bea keluar, dan cukai sebesar Rp 554,3 miliar atau 107 persen.

Target APBN tahun lalu sebesar Rp 513,81 miliar, dimana mengalami perubahan selama 2 kali.

"Untuk target tahun ini belum (diinformasikan). Kalau untuk target total bea cukai masuknya di kementerian keuangan sudah. Cuma distribusi di masing-masing wilayah atau kantor sampai saat ini belum keluar," ujar Kabid Kepabeanan dan Cukai DJBC Kalbagtim Dwi Agus Prasodjo, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Kepala Bea Cukai Tarakan Minhajuddin Soal Peredaran Narkotika, Sudah jadi Pintu Masuk Barang Bahaya

Baca juga: NEWS VIDEO Bea Cukai Kalbagtim Klaim Kaltim Bukan Jadi Tempat Utama Sasaran Narkoba International

Secara rinci, penerimaan bea masuk sebesar Rp 490,64 miliar, bea keluar Rp 62,78 miliar, dan cukai Rp 860 juta. Sedangkan untuk pajak impor, pihaknya berhasil menyerap Rp 1,4 triliun.

Capaian positif ini lebih bagus dari 2019, di mana target penerimaan pada tahun tersebut sebesar Rp 628 miliar, namun hanya terealisasi sebesar Rp 606,9 miliar.

Dari semua penerimaan, hanya bea masuk yang tidak sesuai target. DJBC hanya mendapat Rp 572,2 miliar dari target Rp 609,1 miliar atau sekitar 93,94 persen.

Kendati demikian, pihaknya memproyeksikan realisasi bea masuk, keluar, dan cukai menurun dibanding tahun lalu yakni Rp 472,78 miliar. Bea masuk sebesar Rp 447,78 miliar, bea keluar Rp 24,74 miliar, dan cukai sekitar Rp 250 juta.

Penerimaan tahun ini, lanjutnya, masih menyesuaikan dengan kondisi pandemi Corona atau covid-19.

Tentu saja pihaknya memproyeksi penerimaan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Bea Cukai Balikpapan Musnahkan Obat Kuat Hingga Miras, Nilai Barang Ditaksir Hingga Rp 2,6 Miliar

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Logistik di Terminal Cargo, AP I Balikpapan Sinergi TPS Online dengan Bea Cukai

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved