Breaking News:

Pemusnahan Sabu di BNNP Kaltim

Pengedar Diupah Rp 10 Ribu per Poket Sabu, Sehari Bisa Jual 10 Poket, BNNP Kaltim Kejar Sindikatnya

Sebanyak 48 poket barang bukti serta uang tunai sebesar Rp 150 ribu diamankan jajaran BNNP Kaltim pada salah seorang pengedar yang masih di bawah umur

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur ( BNNP Kaltim ) melakukan pemusnahan di kantornya, tepatnya Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (28/1/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Sebanyak 48 poket barang bukti serta uang tunai sebesar Rp 150 ribu diamankan jajaran BNNP Kaltim pada salah seorang pengedar yang masih di bawah umur berinisial IH (16).

Anak di bawah umur yang tidak memiliki status jelas, bahkan tidak diketahui ia bersekolah atau tidak ini, sekarang tengah diselidiki oleh penyidik BNNP Kaltim terkait aktivitasnya mengedarkan kristal putih mematikan.

Terkait upah dan perannya, pelaku IH diketahui sebagai pengedar.

Baca juga: BREAKING NEWS Wakil Walikota Balikpapan Terpilih, Thohari Aziz Meninggal Dunia

Baca juga: Jenazah Thohari Aziz Masuk Dalam Peti Terbungkus Plastik, Istri Meminta Maaf untuk Almarhum

Baca juga: Panjang Tol Balsam 97,99 Km akan Bisa Dipakai Secara Penuh, Pembebasan Lahan Sudah 99,97 Persen

"Dari pengakuannya (pelaku IH) bertugas untuk menjual (sabu), keuntungan dari penjualan per poketnya Rp 10 ribu, pelaku bisa menjual 100 poket dalam sehari," jelasnya Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Iman Sumantri melalui Kasi Penyidikan BNNP Kaltim, Kompol I Made Sukajana, Kamis (28/1/2021).

Aktivitas yang sudah berlangsung setahun terakhir ini berhasil diungkap oleh jajaran BNNP Kaltim setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang resah karena di lingkungannya menjadi sarang peredaran.

"Tapi ini bukan satu orang saja sebetulnya yang menjadi TSK (tersangka) ini, masih ada lagi walaupun belum kita dapat, kita jadikan DPO terkait penindakan yang dilakukan," ujarnya.

Terkait pemanfaatan anak-anak yang masih di bawah umur, Kompol I Made Sukajana menyebutkan kemungkinan serta dugaan pemasok narkotika jenis sabu guna diedarkan ke para pecandu lewat anak-anak ini.

"Mungkin sengaja, pertama bayarannya murah. Yang kedua mungkin dari segi hukum juga penanganannya berbeda (pelaku di bawah umur). Namun untuk pelaku IH tetap kita proses sesuai undang-undang nomor 35 tahun 2009," ucap Kompol I Made Sukajana.

Sistem penjualan sendiri, Kompol I Made Sukajana membeberkan, para pecandu adalah yang sudah terbiasa membeli narkotika pada pelaku IH.

"Yang sudah langganan (membeli), diarahkan ke dia (pelaku IH)," katanya singkat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved