Breaking News:

Virus Corona

Perayaan Imlek dan Cerita Kebohongan China Menjadikan Virus Mematikan Corona Menyebar di 221 Negara

Tetapi dinilai sudah terlambat mengingat sudah banyak warga Wuhan yang terlanjur meninggalkan kota karena libur Imlek.

Editor: Achmad Bintoro
Kolase/Foto Kompas.com
Kolase Imlek dan mutasi virus corona 

TRIBUNKALTIM.CO - Perayaan Imlek (tahun baru China) 2021 akan kembali tiba. Itu artinya, setahun sejak panemi virus corona menyebar pertama kali dari kota Wuhan, China sejauh ini belum ada tanda-tanda akan berhenti.

Virus mematikan itu kini telah menjadi pandemi global yang menginfeksi sekitar 221 negara di seluruh belahan dunia, kecuali Antartika.

Sebuah tayangan dokumenter kanal televisi Inggris ITV, berjudul Outbreak: The Virus That Shook The World mengungkap pandemi global ini akibat kebohongan otoritas yang menutup-nutupi virus ini saat pertama kali bocor dari lembaga penelitian virologi Wuhan.

Para dokter disuruh berbohong dengan dalih agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat yang saat itu tengah bersiap merayakan tahun baru Imlek. Penyelidikan independen menyimpulkan Beijing terlalu lambat merespons Covid-19.

Potongan tayangan film dokumenter yang dipublikasikan ITV menunjukkan dua orang yang disebut adalah dokter di Wuhan, China. Dalam rekaman rahasia itu, mereka mengakui sudah diminta berbohong saat penyebaran Covid-19. Insert adalah Dr Yi-Chun Lo dari Pusat Pengenalian Penyakit di Taiwan. Kepada program ITV, ia mengatakan bahwa pandemi sebenarnya bisa dihindari sejak awal kalau saja China bersikap terbuka tentang wabah tersebut.(ITV/HARDCASH PRODUCTION via Daily Mail)
Potongan tayangan film dokumenter yang dipublikasikan ITV menunjukkan dua orang yang disebut adalah dokter di Wuhan, China. Dalam rekaman rahasia itu, mereka mengakui sudah diminta berbohong saat penyebaran Covid-19. Insert adalah Dr Yi-Chun Lo dari Pusat Pengenalian Penyakit di Taiwan. Kepada program ITV, ia mengatakan bahwa pandemi sebenarnya bisa dihindari sejak awal kalau saja China bersikap terbuka tentang wabah tersebut.(ITV/HARDCASH PRODUCTION via Daily Mail) (ITV/HARDCASH PRODUCTION via Daily Mail)

Data terbaru dari Worldmeters, Sabtu (30/1/2021) pagi menyebut sebanyak 102.577.022 orang terkonfirmasi positif dengan kasus aktif 26.087.230. Dari jumlah itu, sebanyak 109.425 orang dinyatakan kritis, dan sisanya masih terpantau dalam perawatan 25.981.502 orang. 

Sedang jumlah pasien yang meninggal 2.214.026 orang. Khusus di Indonesia, setelah terjadi penambahan 187 yang meninggal kemarin, maka total kematian akibat corona sudah tercatat 29.518. Dan kasus positif mencapai 1.051.7965 orang.

Diketahui, dua bulan setelah virus menyebar, setelah libur perayaan Imlek, China memang sempat melarang warganya meninggalkan Wuhan (23/1/2020). Itu dilakukan agar virus tidak menyebar lebih luas lagi. 

Tetapi dinilai sudah terlambat mengingat sudah banyak warga Wuhan yang terlanjur meninggalkan kota karena libur Imlek. Walikota Wuhan memperkirakan sekitar 5 juta warganya telah pergi berlibur jelang tahun baru Imlek, itu diketahui dari data imigrasipesawat an kereta api.

Sesuai tradisi orang China, momen Imlek akan dirayakan secara besar-besaran sekaligus guna menujukkan status sosial ekonomi keberhasilan seseorang. 

Dikutip dari AP News, mobilitas jutaan penduduk Wuhan jelang Imlek yang tinggi itulah yang memiliki andil terbesar dalam penyebaran corona ke seluruh dunia. Riset APjuga menunjukkan, lebih dari 70 persen warga Wuhan saat itu telah melancong ke provinsi lain seperti Hubei. Lainnya ke Henan, Hunn, Anhui, dan Jiangxi dan hampir seluruh kota di China.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved