Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

14 Sekolah di Samarinda akan Berlakukan Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

14 Sekolah di Samarinda, Provinsi Kalimanyan Timur akan lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan SD dan SMP, Disdik Samarinda, Barlin Kesuma, Senin (1/2/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - 14 Sekolah di Samarinda, Provinsi Kalimanyan Timur akan lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda,Asli Nuryadin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan SD dan SMP, Disdik Samarinda, Barlin Kesuma mengatakan, Sekolah Tangguh Covid-19, idenya diambil dari kampung tangguh Covid-19.

Kampung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kampung, tetapi juga membantu memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga: Asimilasi Covid-19 Jilid II Berlanjut, Perkara Korupsi dan Residivis Dipastikan tak Diberikan

Baca juga: Lolos dari Maut, Pejabat di Bontang Ini Ungkap Ngerinya Kena Corona: Ngilu Seperti Dilindas Sesuatu

"Memutus dalam artian, tidak banyak terjadinya kasus Covid-19, lalu secara aktif berupaya memberlakukan protokol kesehatan. Dengan Ide itu sama dengan sekolah," ucapnya ditemui di ruangannya, Senin (1/2/2021).

Ia melanjutkan, bahwa hingga saat sekarang di Ibu Kota Kaltim ini, masih diberlakukan pembelajaran secara dalam jaringan (Daring).

Penerapan Daring banyak kendala yang dihadapi, diantaranya akses internet, tidak punya kuota internet, tidak mempunyai Handphone, bahkan susah belajar karena kurikulum yang berbeda.

Kendati demikian sempat ingin diberlakukan PTM pada Januari 2021 lalu, itu dilakukan berdasarkan zona kesehatan daerah. Namun karena zonanya naik terus, hingga tidak bisa menerapkan itu.

Baca juga: Perusahaan Finance Merugi Rp 1,3 Miliar, Kepala Cabang Diamankan Polres Bontang

Baca juga: Aturan SIM Terbaru Dikenalkan di Samarinda, Surat Kesehatan dari Faskes Harus Rekomendasi Bid-Dokkes

Melihat kondisi sekarang ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) khawatir kalau terus seperi ini, akan terjadinya Learning Lost atau kondisi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa.

"Makanya ia berharap Pemerintah daerah melakukan trobosan, agar mengurangi learning lost. Terobosannya seperti ini seolah dilakukan tatap muka tetapi tetap protokol kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Hari Ini Terjadi Lagi Penambahan 153 Kasus Positif Baru Covid-19 di Balikpapan

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved