Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Dapat Bantuan dari Kemenparekraf, Pemkot Balikpapan Susun Dokumen Perencanaan Ekonomi Kreatif

Bantuan pemerintah untuk Infrastruktur Ekonomi Kreatif 2021 akan diberikan untuk memfasilitasi penyediaan kelayakan ruang kreatif

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur dan Perekonomian Perkotaan, Litbang-Bappeda Kota Balikpapan, Arfiansyah.TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Bantuan pemerintah untuk Infrastruktur Ekonomi Kreatif 2021 akan diberikan untuk memfasilitasi penyediaan kelayakan ruang kreatif, dalam bentuk revitalisasi dan sarana.

Fasilitasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas para pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

Di Balikpapan, pemerintah setempat tengah menyusun master plan pengembangan ekraf secara optimal.

Baca juga: Polresta Balikpapan Bakal Terapkan Tilang Elektronik, Langgar Lalu Lintas, Begini Taksiran Dendanya

Baca juga: Tunggu Revisi Penetapan Lokasi, BPN Balikpapan Belum Tinjau Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang

Menilik kebutuhan subsektor ekraf dalam tataran yang lebih teknis dan operasional.

Dengan demikian ada pemahaman mengenai ekosistem dan peta industri dari subsektor.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur dan Perekonomian Perkotaan, Litbang-Bappeda Kota Balikpapan, Arfiansyah, sejauh ini pihaknya sudah masuk di tahap pemetaan.

"Kita sedang menyusun pemetaan. Itu akan menjadi bahan analisa untuk merumuskan pengembangan apa saja yang dibutuhkan. Sudah rapat dengan OPD terkait, juga dengan pelaku ekraf yang dulu bergabung di Balikpapan Creative Forum," urai pria yang kerap disapa Arfi, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Walikota Rizal Effendi Kirim WhatsApp ke Ahok, Pertamina Penyumbang Covid-19 Terbesar di Balikpapan

Baca juga: WASPADA Virus Jenis Baru D614G Jangkiti Balikpapan, Mutasi Lebih Cepat Hanya 3 Hari

Menurutnya, data akan diperbarui dengan mendata kembali jumlah pelaku ekonomi kreatif di sejumlah kelurahan.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengantongi sekitar 200 pelaku usaha yang bergerak di subsektor ekraf. Jumlah itu yang akan diupgrade kembali.

Pasalnya, data itu bisa saja berubah seiring waktu. Apalagi data itu diambil pada 2016 lalu saat Pemkot mulai mengembangkan ekraf.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved