Berita Samarinda Terkini

Satu Bangunan di Jalan Tol Balsam Dibongkar Satpol PP, Sudah Inkrah dan Terbukti Milik Pemerintah

Satu bangunan di sekitar tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), tepatnya berdekatan dengan pintu keluar yang langsung terhubung dengan Jembatan Mahkota II

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pembongkaran satu bangunan yang berdiri di atas tanah pemerintah provinsi, tepatnya di dekat Tol Balikpapan-Samarinda yang sudah melalui proses meja hijau. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Satu bangunan di sekitar Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), tepatnya berdekatan dengan pintu keluar yang langsung terhubung dengan Jembatan Mahkota II, sekitar 200 meter, dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (5/2/2021) kemarin.

Bersama Muspika kecamatan, tanah yang telah diputuskan di pengadilan bahwa terbukti milik Pemerintah Provinsi Kaltim yang telah dilakukan pembebasan, tentu penertiban langsung dilakukan lantaran di atas tanah terdapat bangunan permanen berbahan kayu berdiri.

"Pembongkaran bangunan yang berdiri di sekitar jalan tol. Bangunan dulunya warung makan, bangunan permanen dari kayu lumayan solid. Memang mendapat tugas, dan instruksi karena surat-menyurat ataupun kelengkapan berkas dari sengketa bangunan tersebut sudah selesai.

Sabtu Minggu Kaltim Senyap, Mall Ditutup Total, Plaza Balikpapan Mendukung walaupun Ada Kerugian

Kaltim Berdiam Diri, Pangdam Mayjen TNI Heri Wiranto: Tak Ada Kegiatan Warga, Nanti Kita Disinfektan

Postingan Gubernur Kaltim Isran Noor akan Merudal Kantor yang Buka Sabtu Minggu, Pemprov: Itu Hoaks!

Jadi sudah melalui tahap pengadilan, lalu keputusan sudah inkrah, jadi kita bisa bergerak di situ (melakukan pembongkaran)," kata Kasi Operasional dan Pengendalian, Satpol PP Kota Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, Jumat (5/1/2021).

Bangunan yang masuk di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda ini memang sudah tak berpenghuni.

Menyinggung terkait sengketa hingga ke meja hijau, Boy sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pemilik lahan sudah menerima dana pembebasan dari pemerintah.

Namun, ada pihak lain yang mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan, hingga pemerintah memerlukan pembuktian agar ke depan tak lagi disoal.

"Jadi ceritanya jalan tol sudah pembangunan, ada masih masalah pembebasan lahan, dan pihak lain masuk menguasai lahan dengan pembuktian versi mereka, sehingga dibuka jalur meja hijau, ternyata terbukti milik pemerintah," ucap Boy.

Setelah pembangunan berjalan, pemilik resmi tanah yang menjual ke pemerintah (negara) untuk pembangunan tol juga sudah mengambil dana tersebut.

"Hanya pihak yang mengaku-ngaku ini saja yang mempermasalahkan, tetapi tidak ada masalah, sudah selesai dan lancar-lancar saja pembongkaran tadi," ujar Boy.

Terpisah Camat Palaran Suwarso, menegaskan pembongkaran bangunan tidak berpenghuni ini sudah sesuai prosedur dari pihak pemerintah provinsi.

"Sudah lama tidak buka, bekas warung. Eksekusi pembongkaran. Ada putusan pengadilan," tuturnya.

Bangunan 10x8 meter yang berdiri di atas tanah milik pemerintah ini juga dibenarkan melalui mekanisme pengadilan.

"Letaknya di jalan penghubung tol itu, iya satu bangunan saja. Tidak ada lagi penghuninya," ucapnya.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved