Breaking News:

Virus Corona di Kaltara

Pembahasan Raperda Adaptasi Kebiasaan Baru Bakal DIkebut, Ketua DPRD Kaltara Beber Alasannya

Di tengah pandemi Covid-19, DPRD Kaltara akan mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda mengenai adaptasi kebiasaan baru.

TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris mengatakan, DPRD Kaltara akan mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda mengenai adaptasi kebiasaan baru. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Di tengah pandemi Covid-19, DPRD Kaltara akan mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda mengenai adaptasi kebiasaan baru.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kaltara saat ditemui di Ruang Sidang DPRD Kaltara Tanjung Selor.

"Secepatnya, secepatnya, kita tidak akan ada target berbulan-bulan, kalau perlu, dua minggu tiga minggu selesai, kita terapkan," ujar Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Walikota Balikpapan Persilakan Gelar Pernikahan Durasi 3 Jam, Sabtu-Minggu ke Depan Sudah Dilarang

Baca juga: Pemandangan tak Lazim di Samarinda, Jalan Protokol Mendadak Sepi di Akhir Pekan, Layaknya Kota Mati

Baca juga: Pasangan Sehidup Semati Asal Bojonegoro, Meninggal Hari Jumat Selang 2,5 Jam, Netizen: Surga Menanti

Menurutnya, pembahasan Raperda harus dipercepat, mengingat semakin banyaknya warga Kaltara yang terpapar Covid-19.

"Karena sudah semakin banyak orang-orang yang terjangkit Covid-19, dan ini tidak bisa main-main, dan harus kita prioritaskan," tuturnya.

Selain mempercepat pembahasan, pihaknya juga akan memasukkan sanksi, bagi pihak yang melanggar ketentuan.

Seperti halnya seseorang yang diketahui positif Covid-19, namun tidak melakukan isolasi diri, melainkan tetap berkegiatan di luar rumah.

"Kalau ada yang ketahuan positif Covid-19 tapi malah berkeliaran tidak isolasi mandiri, dan menyebarkan Covid-19 akan kita denda, akan ada sanksi, kita harus tegas," ujarnya.

Menurutnya, penerapan sanksi dilakukan agar masyarakat memilki kesadaran moral, bahwa perilaku tidak disiplinnya, bisa berdampak pada meninggalnya orang lain.

"Kita ingin masyarakat memiliki kesadaran diri, kesadaran moral, kalau mereka positif namun justru berkeliaran, dan menyebabkan orang lain yang tidak berdosa meninggal, ini yang harus kita lakukan," katanya.

Dalam proses penyusunan Raperda, pihak DPRD Kaltara, melibatkan unsur aparat keamanan dan pertahanan, agar nantinya penegakan peraturan bisa berjalan lebih tegas.

"Kita telah koordinasi dengan pihak TNI, Polri, Satpol PP, agar nanti bisa mendukung penegakan peraturan ini," ucapnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved