Breaking News:

Karantina Pertanian Tarakan Lepas Ekspor Tomat Tujuan Malaysia

Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik kembali melakukan sertifikasi ekspor tomat tujuan Malaysia.

HO
Pemeriksaan fisik tomat oleh Pejabat Karantina Pertanian Tarakan sebelum diekspor ke Malaysia. (HO/BKP Tarakan) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik kembali melakukan sertifikasi ekspor tomat tujuan Malaysia.

Tomat sebanyak 400 kg ini akan diangkut menggunakan longboat tujuan Malaysia.

Pejabat Karantina Pertanian Tarakan, Aviv mengatakan, tomat yang akan diekspor kondisinya baik, tidak busuk dan tidak ditemukan OPT.

Tomat asal Sebatik, Kalimantan Utara siap diekspor ke Malaysia.
Tomat asal Sebatik, Kalimantan Utara siap diekspor ke Malaysia. (HO)

"Hasil pemeriksaan baik, maka dapat diterbitkan Phytosanitary Certificate dan tomat bisa dilalulintaskan," ujarnya, Rabu (10/2/21)

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby mendorong kegiatan ekspor melalui program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) sebagai salah satu Program Kementerian Pertanian.

Dia menambahkan, pendampingan kegiatan ekspor dalam rangka meningkatkan perekoniam petani telah dilakukan kepada eksportir.

Terutama yang berhubungan dengan sertifikasi karantina sesuai amanah UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Sebatik adalah pulau kecil di Provinsi Kalimantan Utara. Pulau Sebatik terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Sebatik wilayah Indonesia dan Malaysia.

Kondisi alam yang berbukit-bukit dan tanahnya yang subur membuat Sebatik tidak kalah berpotensi dalam menghasilkan produk pertanian. "Komoditas potensialnya adalah pisang, kakao, jahe dan tomat," ungkap Alfaraby.

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia, membuat akses perdagangan antar dua negara semakin mudah.

Tingginya lalulintas arus barang juga menjadi potensi tersendiri untuk dapat meningkatkan pemasaran hasil pertanian Indonesia.

Diunduh dari Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST), sertifikasi ekspor tomat pada tahun 2019 sebanyak 8 kali dengan total 6.120 kg. Pada tahun 2021 telah dilakukan 5 kali sertifikasi dengan total 2.400 kg. (*)

#Gratieks

#KarantinaPertanianTarakan

Penulis: Risnawati

Penulis: Risnawati
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved