Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Mengatasnamakan Relawan Balakarcana Samarinda, Pasutri Ditangkap saat Galang Dana Korban Kebakaran

Pasangan suami istri (pasutri) bernama IS (30) dan YT (30) diamankan sejumlah relawan ketika terlihat meminta sumbangan di Jalan Gatot Subroto, Kelura

TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY
IS diamankan di Mako Polresta Samarinda, tepatnya di Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Selasa (9/2/2021) petang. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pasangan suami istri (pasutri) bernama IS (30) dan YT (30) diamankan sejumlah relawan ketika terlihat meminta sumbangan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pasutri ini mengaku sebagai anggota relawan Balakarcana Kota Samarinda.

Keduanya mengatasnamakan relawan dan meminta sumbangan ke sejumlah masyarakat Kota Tepian untuk korban bencana kebakaran di daerah Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, 3 Februari 2021 lalu.

Baca juga: Presidium DOB Samarinda Seberang Nilai Pemerintahan Andi Harun-Rusmadi Dapat Realisasikan Pemekaran

Baca juga: Catat 99 Kasus Positif, Angka Covid-19 Balikpapan Turun, Jubir Satgas Beber Penjelasannya

Baca juga: Polisi Masih Buru Pelaku Pembacokan di Samarinda yang Kabur ke Hutan, 3 Saksi Dimintai Keterangan

Dalam toples berwarna ungu yang bertuliskan ajakan untuk memberikan sumbangan, didapati sejumlah uang pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan beberapa uang receh, hasil dari meminta sumbangan pada hari ini, Rabu (10/2/2021), dengan total Rp 45 ribu.

"Dapat Rp 45 ribu hari ini, tadi diamankan di Jalan Gatot Subroto, minta sumbangan biasanya masuk ke gang-gang," ungkap IS saat ditemui di ruangan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Selasa (9/2/2021) petang.

Kelakuan IS ini, tidak sekali dua kali saja mengatasnamakan relawan hingga merugikan satuan yang diakuinya.

Setidaknya, di grup media sosial juga sudah ramai perihal tindak-tanduk IS yang kerap meminta sumbangan mengatasnamakan relawan ini.

Beredarnya kabar ini pun membuat satuan gabungan relawan se-Kota Samarinda marah, lantaran perbuatan IS sangat meresahkan.

"Tiga kali sudah pernah tertangkap. Kalau dapat kerjaan ya berhenti minta sumbangan, nggak ada pendapatan," ucap IS.

IS sendiri mengakui, apa yang dilakukannya itu semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved