Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Pemkot Samarinda Rencanakan Refocusing Anggaran untuk Covid, Dialokasikan dari DAU 8% dan DID 30%

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelontorkan Rp 40 miliar untuk penanganan Covid-19 dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun 2021.

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Zuheryansyah, Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda mengemukakan, di setiap daerah refocusing anggaran sebanyak 8 persen dari alokasi dana transfer daerah, terutama dari Dana Alokasi Umum (DAU). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemerintah Kota (Pemkot) menggelontorkan Rp 40 miliar untuk penanganan Covid-19 dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun 2021.

Selain dari BTT, Pemkot Samarinda juga berencana melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Hal tersebut sesuai dengan arahan dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (9/2/2021) kemarin.

Baca juga: Presidium DOB Samarinda Seberang Nilai Pemerintahan Andi Harun-Rusmadi Dapat Realisasikan Pemekaran

Baca juga: Catat 99 Kasus Positif, Angka Covid-19 Balikpapan Turun, Jubir Satgas Beber Penjelasannya

Baca juga: Polisi Masih Buru Pelaku Pembacokan di Samarinda yang Kabur ke Hutan, 3 Saksi Dimintai Keterangan

Yang mana setiap daerah diwajibkan untuk melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Anggaran, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda, Zuheryansyah.

Ia menyebutkan, di setiap daerah refocusing anggaran sebanyak 8 persen dari alokasi dana transfer daerah, terutama dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Dia mengatakan, untuk APBD Samarinda tahun 2021 yang telah disahkan senilai Rp 2,5 triliun.

Dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dialokasikan 2,5 persen atau Rp 500 miliar yang menopang APBD, dan pendapatan juga bersumber dari dana transfer daerah yang bernilai sekitar hampir Rp 2 triliun.

"Artinya, kita diminta 8 persen, untuk penanganan Covid-19, jika dilakukan refocusing anggaran," ungkapnya, Rabu (10/2/2021).

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga melakukan refocusing anggaran Dana Insentif Daerah (DID) minimal sebesar 30 persen dari dana yang dialokasikan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved