Virus Corona di Kukar

PPKM Kukar Diperpanjang Mulai 10 Februari, Berikut 9 Poin yang Perlu Jadi Perhatian Warga

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengumumkan secara resmi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kutai

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA
Kapasitas RSUD AM Parkesit untuk merawat pasien Covid-19 nyaris penuh, dengan adanya PPKM, Plt Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti menilai, hal tersebut akan membantu menekan peningkatan kasus Covid-19 di Kukar. TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengumumkan secara resmi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kutai Kartanegara.

PPKM diperpanjang dari 10 Februari 2021 sampai batas waktu yang akan ditentukan, nantinya kapan PPKM akan berakhir, diputuskan mengacu pada rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kukar.

Hal ini merujuk pada surat edaran Bupati Kutai Kartanegara Nomor : B-173/DINKES/065.11/02/2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca juga: Presidium DOB Samarinda Seberang Nilai Pemerintahan Andi Harun-Rusmadi Dapat Realisasikan Pemekaran

Baca juga: Catat 99 Kasus Positif, Angka Covid-19 Balikpapan Turun, Jubir Satgas Beber Penjelasannya

Baca juga: Polisi Masih Buru Pelaku Pembacokan di Samarinda yang Kabur ke Hutan, 3 Saksi Dimintai Keterangan

Dalam surat edaran tersebut disebutkan perpanjangan dilakukan, salah satunya akibat perkembangan kasus Covid-19 yang masih meningkat di wilayah Kukar.

Berdasarkan data Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kukar per 9 Februari 2021, telah terkonfirmasi
7.957 kasus positif, terdiri dari 2.013 kasus aktif, 5.801 kasus sembuh,143  kasus meninggal dunia.

Tak hanya itu, dalam dua minggu terakhir, terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan sehingga berakibat pada meningkatnya tingkat hunian (Bed Occupancy Ratio) di Rumah Sakit yang hampir melampaui kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kukar.

Dalam surat edaran tersebut juga menyebutkan bahwa dengan semakin meningkatnya penularan Covid-19 di klaster keluarga dan perkantoran.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti mengatakan bahwa setelah pelaksanaan PPKM selama dua minggu dari 27 Januari hingga 9 Februari tren konfirmasi positif Covid-19 masih naik.

"Dengan PPKM trennya sama, kalau tidak ada PPKM ya kasus positif tambah naik," kata Martina Yulianti.

Masyarakat Kukar diimbau untuk patuh dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, berupa:

1. Bagi anggota keluarga yang menunjukkan gejala lekas lelah, nyeri otot, demam, batuk, pilek, sesak, hilang penciuman agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau unit pelayanan Covid-19 Rumah Sakit terdekat.

2. Bagi anggota keluarga yang diwajibkan menjalani karantina oleh petugas kesehatan harus mematuhi semua protokol kesehatan dan tidak diperkenankan keluar dari tempat karantina serta berinteraksi secara fisik dengan anggota keluarga yang lain.

3. Wajib menggunakan masker secara baik dan sesuai standar selama perjalanan dari atau menuju rumah, selama berada di tempat kerja atau fasilitas umum serta tidak menerima tamu yang tidak diketahui status kesehatannya.

4. Wajib menerapkan jaga jarak di kendaraan selama perjalanan dari atau menuju rumah dan selama berada di tempat kerja atau fasilitas umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved