Breaking News:

Pesona Borneo

Sejarah Kelenteng Guang De Miao, Berawal dari Kedatangan Buruh Tiongkok ke Balikpapan Abad Ke-19

Sejarah Kelenteng Guang De Miao, Berawal dari Kedatangan Buruh Tiongkok ke Balikpapan Abad Ke-19

TRIBUN KALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO
Sejarah Kelenteng Guang De Miao, Berawal dari Kedatangan Buruh Tiongkok ke Balikpapan Abad Ke-19 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - sejarah Kelenteng Guang De Miao, berawal dari kedatangan buruh Tiongkok ke Balikpapan abad ke-19.

Menelisik lebih jauh sejarah Kelenteng Guang De Miao Balikpapan, tim Tribunkaltim.co berkesempatan untuk berbincang langsung dengan kepala kelenteng Hindro Arie Wijaya.

"Kelenteng ini didirikan pada tahun 1915, alkisah dimulai dari kedatangan para buruh kontrak dari Tiongkok ke Kalimantan Timur tepatnya ke Kota Balikpapan yang pada saat itu bekerja di perusahaan minyak Belanda pada abad ke-19 pada masa Guang Xu," ujar Hindro.

Masih Hindro, ia mengatakan pada masa Guang Xu tersebut terdapat pula sesepuh yang bernama Chen Bao Lin yang berasal dari Provinsi Guang Dong Kota Tai Shan desa Chen Bian.

Sesepuh tersebut seiring berjalannya waktu jatuh sakit akibat keadaan lingkungan dan cuaca yang kurang cocok.

Ya, akhirnya sesepuh Chen Bao tersebut memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Namun takdir berkata lain pada saat perjalanannya sesepuh tersebut meninggal dunia di atas kapal dan jasadnya dilarutkan ke laut.

Sembahyang Imlek di Kelenteng Guang De Miao, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sembahyang Imlek di Kelenteng Guang De Miao, Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/DWI ARDIANTO)

"Ajaibnya beliau memberikan mimpi kepada seseorang dari Balikpapan yang bernama Chen Qi untuk menjemput jasadnya di pantai," ucapnya.

"Lokasi pantainya kira-kira yang sekarang ada di sekitar Monumen Klandasan. Akhirnya jasad beliau mulanya dimakamkan di pemakaman Tionghoa Pasar Batu dan dipindahkan ke Prapatan akibat pelebaran jalan yang dilakukan oleh perusahan minyak Belanda tersebut," tambahnya.

Menariknya pemindahan tersebut tak semata-mata langsung memindahkan begitu saja, Bapak Chen Qi selaku sesepuh dari Perkumpulan Yin Chuan Tang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan dan atas persetujuan pula dari warga Tionghoa yang ada di Balikpapan akhirnya disepakati pemindahan tersebut.

Tak sampai di situ, Hindro kembali mengatakan pada tahun 1987 makam beliau kembali dipindahkan yang kini berada di Km 2,5 yang bernama perkumpulan makam Guang Zhao Yin Chuan Tang karena dibutuhkan tempat ibadah yang lebih representatif dan atas partisipasi warga Tionghoa Balikpapan maka akhirnya didirikan Kelenteng Guang De.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Adi Widananto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved