Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Berkas Lengkap, 3 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Bulungan Bakal Dilimpahkan ke Kejati Kaltim

Proses hukum terhadap tersangka pelaku tambang emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Buji, terus berlanjut. Pihak Polda Kaltara mengata

HO/HUMAS POLDA KALTARA
Razia tambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Proses hukum terhadap tersangka pelaku tambang emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Buji, terus berlanjut.

Pihak Polda Kaltara mengatakan, berkas terhadap tiga tersangka telah lengkap, dan kasusnya akan dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

Hal ini dikonfirmasi oleh pihak Polda Kaltara melalui Kabid Humas Polda Kaltara.

Baca juga: Ledakan Hebat Terjadi dari Sebuah Toko di Samarinda, Gegana Brimob Polda Kaltim Turun ke TKP

Baca juga:  Mesin Kapal Mati, 3 WNA Terombang-ambing di Tengah Laut selama 10 Hari hingga Terdampar di Maratua

"Terkait berkas sudah lengkap, sudah P-21, dan tersangka juga barang bukti akan dilimpahkan ke Kejati Kaltim," ujar Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat.

Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan, pengungkapan kasus tambang ilegal berawal dari razia yang dilakukan oleh tiga direktorat di bawah Polda Kaltara.

Di mana pihak Polda Kaltara berhasil mengamankan 6 excavator, satu kaleng sianida, 5 karung material tanah, 2 unit mesin air, satu unit mesin lampu dan satu karung kapur.

"Kasus tambang emas ilegal, ini berawal dari razia gabungan Ditreskrimsus, Ditintelkam dan Ditsabhara pada Juli 2020 lalu," tuturnya.

Terkait tiga tersangka yang berhasil diamankan, pihaknya mengatakan, masih dalam penahahan dan dititipkan di Rutan Mapolres Bulungan.

Baca juga: Pelaku Pencurian di Samarinda Dibekuk Warga, Sempat Aksi Kejar-kejaran Bawa Kabur Motor Korban

Baca juga: Mobil MPV Silver Tercebur ke Sungai Hutan Kota RSS Damai Balikpapan, Begini Pengakuan Warga

Nantinya ketiganya bersama barang bukti, akan dilimpahkan kepada Kejati Kalimantan Timur.

"Nanti akan dilimpahkan ke Kejati Kaltim baik barang bukti maupun ketiga tersangka," ucapnya.

Kepada para tersangka, pihak kepolisian menjerat pelaku dengan, Pasal 158 Juncto Pasal 35 dan atau Pasal 161 Juncto Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, UU No. 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved