Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Din Syamsudin Dilaporkan ke BKN, Jusuf Kalla Singgung Soal Negeri Otoriter

Din Syamsuddin dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB atau GAR ITB.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jusuf Kalla 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamduddin dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pelaporan in terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Din Syamsuddin dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB atau GAR ITB.

Pasca pelaporan tersebut sejumlah komentar berdatangan.

Salah satunya datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Secara terang-terangan Jusuf Kalla berharap, ke depan tak ada lagi perundungan terhadap akademisi yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan memberikan pandangan kritis terhadap pemerintah.

Menurut dia, pandangan alternatif dari akademisi akan selalu dibutuhkan pemegang kekuasaan agar negara tak jadi otoriter.

Baca juga: Jokowi dan Kritik: Pernyataan Elegan Mahfud MD, Tangkis Sindiran Jusuf Kalla, Respon Istana Normatif

Baca juga: Kolaborasi Menteri Jokowi, Luhut Binsar Bantu Sandiaga Uno Buat Toilet, Pakai Perusahaan Luar Negeri

Hal ini Kalla sampaikan menanggapi pelaporan eks Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB.

“Bayangkan kalau tidak ada akademisi ini membukakan jalan alternatif, maka negeri akan jadi otoriter," kata Kalla melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (15/2/2021).

Kalla mengatakan, jika ada yang mempersoalkan status Din sebagai ASN dikaitkan dengan pandangan kritisnya ke pemerintah, maka pihak tersebut tak paham undang-undang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved