Breaking News:

News VIdeo

NEWS VIDEO Kejari Kubar Kembali Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Kendaraan Dinkes Kubar

Terpidana tersebut bernama Hendrikus Gamas, yang sebelumnya diketahui terbukti terlibat sebagai penyedia barang dari salah satu perusahaan swasta. 

Penulis: Zainul | Editor: Ardians

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Satu terpidana kasus korupsi pengadaan kendaraan operasional Dinas Kesehatan di lingkungan Kabupaten Kabupaten Kutai Barat tahun 2008-2013 kembali dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Barat, Senin (15/2/2021).

Terpidana tersebut bernama Hendrikus Gamas, yang sebelumnya diketahui terbukti terlibat sebagai penyedia barang dari salah satu perusahaan swasta. 

Hendrikus Gamas merupakan terpidana yang ke-tiga, setelah sebelumnya dua terpidana lainnya lebih dulu di eksekusi oleh Kejari Kubar beberapa waktu lalu, yakni Zulkarnain.

Zulkarnain adalah mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Kutai Barat dan Viktorius Hendri selaku Direktur perusahaan swasta yang juga ikut terlibat dalam pengadaan kendaraan Dinas tersebut.

Baca juga: NEWS VIDEO Ramai Video Bongkar Chip e-KTP, Roy Suryo: Belum Bisa untuk Lacak Lokasi Pemilik

Kasi Pidsus Kejari Kubar, Iswan Noor, SH menjelaskan berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) nomor 2033K/Pid.Sus/2014, secara inkrah bahwa terpidana dijatuhi hukuman selama 4 tahun dan pidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Untuk putusannya ini akan kita lakukan eksekusi dimana yang bersangkutan akan kita tempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Samarinda," ujarnya saat ditemui TribunKaltim.co, Senin (15/2).

Selanjutnya, terpidana atas nama Hendrikus Gamas langsung digiring petugas ke mobil tahanan Kejari Kubar untuk dibawa ke Lapas Samarinda. 

Meski sempat dinyatakan DPO selama bertahun-tahun, Kasi Pidsus Kejari Kubar, Iswan Noor mengatakan terpidana Hendrikus Gamas kooperatif memenuhi panggilan Kejari setelah mendapat surat panggilan untuk menyerahkan diri.  

Baca juga: NEWS VIDEO Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Tentang Vaksinasi Covid-19

"Terpidana secara kooperatif datang untuk memenuhi surat panggilan dari kami untuk hadir dalam melaksanakan putusan ini," lanjutnya. 

Meski kerugian negara sebanyak Rp 202 juta lebih telah dikembalikan oleh terpidana, namun tetap menjalani hukuman pidana penjara sesuai undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Yang bersangkutan ini sudah mengembalikan kerugian negara sekitar Rp 202 juta lebih. Dalam hal ini terpidana menjalani pidana badan saja," pungkasnya. (*).

IKUTI >> News Video

Penulis: Zainul

Video: Zainul

Editor: Ardians

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved