Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Ayam Potong Asal Malaysia dan Berau Masuk Nunukan, Harga Jual Relatif Murah, Peternak Lokal Geram

Peternak ayam potong di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) geram, lantaran ayam potong dari negara tetangga Malaysia dan Berau

TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan melakukan rapat dengar pendapat bersama peternak ayam potong di Nunukan, Selasa (16/02/2021), siang.TRIBUNKALTIM.CO/FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Peternak ayam potong di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) geram, lantaran ayam potong dari negara tetangga Malaysia dan Berau masuk ke Nunukan dengan harga jual relatif lebih murah.

Hal itu diungkapkan oleh pelaku usaha ayam potong dari Kemitraan Tunontaka Mitra Sejahtera, Roni.

"Tadi kami rapat lanjutan setelah hearing dengan DPRD Nunukan kemarin pagi. Saat ini kami surplus ayam potong di kandang. Banyak ayam lebih tua dari hari yang harusnya dipanen. Paling tua itu 60 hari. Sementara harga jual ayam yang panen di kandang itu menurun. Hukum bisnis itukan apabila barang surplus harga jual jadi turun," kata Roni kepada TribunKaltim.Co, Selasa (16/02/2021), pukul 17.30 Wita.

Baca juga: Data Pasien Covid-19 tak Valid, Walikota Balikpapan Rizal: KTP Klandasan, Tinggal di Kampung Baru

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Kaltim Lebih Tinggi daripada yang Terjangkit Covid-19, Gubernur: Tetap Waspada

Dia mengaku harga jual ayam potong yang panen kandang sempat Rp26 ribu per kilo. Namun, kini turun jadi Rp20 ribu dengan ukuran 2-3 kilo.

Meskipun dua hari belakangan ini sempat naik bertahap jadi Rp22 ribu per kilo, namun Roni katakan masih turun dari harga sebelumnya.

"Harganya turun sejak bulan Januari kemarin saat PPKM diberlakukan. Dua hari belakangan ini naik bertahap jadi Rp22 ribu per kilo, tapi tetap saja turun kalau dibanding sebelumnya. Kalau di pasar kami tidak tau, ini harga ayam potong yang panen di kandang," ucapnya.

Menurut Roni, surplus ayam potong di kandang, sejak adanya surat edaran Bupati Nunukan perihal Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Semenjak adanya PPKM, kegiatan di masyarakat dibatasi. Mulai cafe dan restaurant dibatasi layanan makan di tempat, acara seperti pernikahan banyak yang pending bahkan dicancel. Mulai saat itu ayam jadi besar di kandang, tidak bisa dipanen. Permintaan pasar jadi melemah. Akhirnya kita inisiasi ketemu DPRD Nunukan dan Dinas terkait untuk mencari solusi," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi Meninggal Dunia, Hasil PCR Belum Keluar

Baca juga: Laka Tunggal Terjadi Lagi, Seorang Pengemudi di Balikpapan Tewas Sebelum Sempat Dilarikan ke RS

Tak hanya itu, Roni beberkan masalah lain penyebab permintaan ayam potong lokal jadi menurun, lantaran masuknya ayam potong dari Malaysia dan Berau ke Nunukan dengan harga relatif lebih murah.

Informasi yang dihimpun, harga ayam potong dari Malaysia yang dijual di Nunukan sebesar Rp19 ribu per kilo. Sementara, dari Berau dijual dengan harga Rp12 ribu per kilo.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved